Catat!!! Inilah Kronologis Terjadinya PHK Ribuan Pekerja Sampoerna




HM Sampoerna Pabrik rokok SKT (Sigaret Kretek Tangan) yang memproduksi Dji Sam Soe di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jumat 16 Mei 2014, secara resmi dinyatakan ditutup pihak manejemen. Penghentian produksi ini disampaikan langsung kepada sekitar 2.700 pekerja. Di antaranya 2.496 orang buruh borongan tetap bagian produksi rokok perusahaan besar dengan skala nasional tersebut. PHK secara sepihak tersebut, tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak manajemen kepada para karyawan.

Berdasarkan pemberitaan yang beredar, pagi itu seluruh karyawan diminta masuk seperti biasa dengan memakai seragam resmi perusahaan. Ketika seluruh karyawan berada di dalam lokasi pabrik, tiba-tiba ribuan karyawan dilarang masuk ruang produksi. Para karyawan diarahkan masuk aula pertemuan yang bersebelahan dengan tempat produksi. Setelah itu satu persatu karyawan mendapat selebaran pengumuman yang berisikan antara lain tentang pemutusan hubungan kerja. Dijelaskan pula pada surat selebaran itu, bahwa sejak tanggal 16 Mei 2014 perusahaan tidak produksi lagi. Namun, pihak perusahaan akan membayar upah sampai 31 Mei 2014 nanti.

Namun saat itu karyawan tidak diberitahukan penyebab pasti kenapa perusahaan rokok itu tidak produksi lagi. Pihak pengelola perusahaan tidak menjelaskan tentang penonaktifan 4.900 karyawan. Mereka sangat menyayangkan sikap perusahaan yang tidak memberitahukan PHK tersebut terlebih dahulu. Anehnya, aksi PHK besar-besaran itu seolah-olah tidak mau diberitakan oleh media.

PHK besar-besaran yang dilakukan secara sepihak oleh pihak PT. HM Sampoerna, harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena sudah terjadi pelanggaran etika. Ismail, SH, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lumajang yang juga hadir di lokasi pabrik mengatakan, bahwa penutupan dan penghentian produksi di pabrik rokok SKT PT HM Sampoerna ini akan dikawal Pemkab sesuai dengan aturan perundangan. Seputar alasan penutupan, hal itu menjadi ranah pihak perusahaan.

Alasan PT HM Sampoerna melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.900 karyawannya yang bekerja di pabrik Jember dan Lumajang tersebut karena ditutupnya dua pabrik yang berlokasi di daerah tersebut pada 31 Mei 2014. Dimana adanya penurunan pangsa pasar segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) secara terus menerus hingga 23,1% pada 2013, dari 30,4% di 2009. 

Hal tersebut terjadi karena perubahan preferensi perokok dewasa dari sigaret kretek tangan ke sigaret kretek mesin dengan filter. Penurunan yang terjadi pada 2013 merupakan penurunan yang sangat besar dan tidak pernah terjadi sebelumnya, sehingga memberikan dampak yang sangat signifikan bagi kinerja merek‐merek SKT Sampoerna, di mana volume penjualan perseroan mengalami penurunan sebesar 13% pada  2013. Dimana Total volume SKT industri terus mengalami penurunan hingga kuartal pertama tahun 2014 mencapai 16,1%. PT HM Sampoerna Tbk menutup pabrik dengan alasan karena mengalami kerugian besar akibat tidak lakunya produk rokok kretek. PHK tersebut dilakukan karena PT HM Sampoerna Tbk menutup dua pabrik sigaret kretek tangan (SKT) di Jember dan Lumajang, Jawa Timur dengan alasan naiknya upah minimum yang ditetapkan pemerintah, sehingga tidak ada pilihan lain bagi sampoerna selain merumahkan 4.600 karyawan karena pebrik resmi ditutup pada Mei 2014.







0 Response to "Catat!!! Inilah Kronologis Terjadinya PHK Ribuan Pekerja Sampoerna"

Posting Komentar