Philip Morris dan Kehebatannya dalam Lobi Politik




Sebagai perusahaan rokok multinasional, Philip Morris sangatlah hebat dan berpengalaman dalam melakukan lobi politik. Di tingkat global, kehebatan lobi politik Philip Morris tercermin dengan semakin mengguritanya bisnis rokok mereka di berbagai belahan dunia. Hingga saat ini, Philip Morris tercatat sebagai perusahaan rokok nomor satu dengan pangsa pasar produk hasil tembakau terbesar di dunia.

Philip Morris secara terbuka mengakui kalau mereka kerap kali melakukan pendekatan dengan pemerintah. Tony Snyder sebagai juru bicara Philip Morris pernah mengatakan bahwa lobi politik dengan pemerintah memang kerap kali mereka lakukan. Menurutnya, sebagai sebuah perusahaan yang memproduksi barang dengan tingkat pengawasan yang relatif ketat, lobi politik adalah bagian dari pekerjaan mereka.

Pernyataan itu muncul ketika Reuters melakukan ivestigasi terkait kelicikan lobi politik Philip Morris pada 2017. Kala itu, Reuters berhasil membongkar dokumen internal Philip Morris yang menunjukkan lobi-lobi rahasia perusahaan dalam melemahkan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau pakta anti tembakau yang diusung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam dokumen internal yang berjumlah ribuan halaman itu juga disebutkan rencana Philip Morris membentuk tim global untuk mengawasi para pendukung pengendalian tembakau.

Sejak FCTC dicetuskan pada tahun 2005, hampir seluruh negara di dunia telah menandatangani FCTC. Sejak awal, Philip Morris sejatinya memang sudah punya kepentingan yang dititipkan dalam FCTC. Mereka juga punya kendali akan FCTC. Akan tetapi, lama kelamaan FCTC menjadi "kereta lepas kendali" yang digerakkan oleh "ekstremis antitembakau" yang malah menghadirkan ancaman bagi Philip Morris.

Salah satu cara Philip Morris untuk kembali bisa mengendalikan FCTC adalah dengan mendorong lebih banyak delegasi yang berasal dari kalangan mereka ketika proses pembahas FCTC. Lobi politik kembali dilancarkan.

Pada November 2016, ketika WHO mengadakan pertemuan dwitahunan yang membahas regulasi tembakau di New Delhi India, Philip Morris menjalankan operasi rahasia di sebuah hotel dekat tempat konferensi berlangsung. Secara diam-diam, Philip Morris melakukan pertemuan dengan delegasi dari Vietnam dan negara-negara lain. Pertemuan itu tentu agar memuluskan jalan Philip Morris untuk kembali bisa mengendalikan FCTC.

Tampaknya Philip Morris berhasil. Delegasi dari nonlembaga kesehatan meningkat dari puluhan menjadi lebih dari 100 orang dalam beberapa tahun terakhir. Mereka berasal dari kementerian keuangan atau kementerian pertanian yang berpotensi mengutamakan pendapatan di atas isu kesehatan. Dalam dokumen internal temuan dari Reuters, terungkap juga kalau Philip Morris sempat memberikan ucapan selamat kepada para eksekutif atas "jasa" mereka melemahkan regulasi anti tembakau pascakonferensi FCTC di Moskow tahun 2014 lalu.

Temuan Reuters tersebut ternyata tidak menciutkan nyali Philip Morris. Mereka tetap menganggap bahwa lobi politik itu lumrah. Bagi Philip Morris, lobi politik dengan pejabat pemerintahan tidak bisa serta merta dianggap sebagai sebuah tindakan yang tidak pantas meski pada dasarnya akan selalu ada kepentingan sengaja dititipkan.





0 Response to "Philip Morris dan Kehebatannya dalam Lobi Politik"

Posting Komentar