Kecurangan Pembelian Tembakau Sampoerna Melalui PT Sadhana (2)




Sampoerna dalam setiap kesempatan berbicara di hadapan media kerap kali membanggakan model kerjasama kemitraan mereka dengan petani tembakau. Melalui anak perusahaannya yakni PT Sadhana Arif Nusa sebagai pengepul tembakau, Sampoerna mengkalim telah menjalankan model kerjasama yang sangat menguntungkan bagi petani tembakau.

Klaim itu tentu tidak serta merta bisa diterima begitu saja. Karena fakta di lapangan berbicara lain. Ada banyak kasus perseteruan antara PT Sadhana dan petani tembakau di beberapa daerah. Fakta itu menjadi bukti bahwa sejatinya model kemitraan yang dijalankan PT Sadhana masih jauh dari kata menguntungkan petani tembakau secara keseluruhan.

Pada Juli 2014, para petani tembakau di Lumajang melontarkan protes pada PT Sadhana terkait model budidaya tembakau. Pasalnya, PT Sadhana tidak memperbolehkan petani tembakau di Lumajang menanam White Barley (tembakau untuk rokok putih) dalam sistem tumpang sari dengan komoditas pertanian lain. Petani tembakau yang tergabung dalam model kemitraan PT Sadhana diwajibkan menanam bahan rokok putih itu saja. 

Aturan itu jelas merugikan bagi petani tembakau di Lumajang yang terbiasa menyandingkan tembakau dengan tanaman cabai. Bagi mereka, cabai bisa jadi cadangan investasi lain misal hasil tembakau mereka tidak memuaskan atau gagal panen. Ketika PT Sadhana melarang kebiasaan itu, tentu jadi kekhawatiran sendiri bagi petani mengingat sumber pendapatan mereka memang hanya dari lahan pertanian.

Lambat laun, petani di Lumajang melihat skema kemitraan yang dijalankan anak usaha Sampoerna bertugas membeli tembakau alias PT Sadhana, sudah masuk tahap menyebabkan ketergantungan. Mau tidak mau para petani terpaksa harus menuruti semua kawajiban yang ditentukan oleh PT Sadhana. Walaupun di masa panen nanti, tetap tidak ada jaminan bahwa semua hasil panen tembakau sepenuhnya diserap oleh PT Sadhana.

Petani tembakau di Lumajang tetap masih dihantui kasus penolakan gudang (PT Sadhana) untuk membeli hasil kerja keras mereka. Karena dalam beberapa kasus, PT Sadhana menolak membeli tembakau dari petani kemitraanya dengan berbagai macam alasan.

Di lumajang, kasus penolakan oleh PT Sadhana juga kerap terjadi. Biasanya, PT Sadhana menolak hasil panen petani tembakau di Lumajang lantaran tingkat residu pestisidanya dianggap terlalu tinggi. Padahal petani sudah memenuhi semua aspek budidaya yang sudah ditentukan PT Sadhana, termasuk soal penggunaan pestisida.






0 Response to "Kecurangan Pembelian Tembakau Sampoerna Melalui PT Sadhana (2)"

Posting Komentar