Sampoerna Korporasi Perusak Lingkungan



Gurita bisnis Sampoerna bukan hanya terdapat di bisnis rokok belaka. Sampoerna ternyata juga memiliki bisnis di sektor usaha perkebunan kelapa sawit dan karet, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (sagu dan memproduksi tepung sagu dengan merek Prima Starch). Sektor usaha ini dikelola oleh anak usaha Sampoerna Agro yakni PT National Sago Prima (NSP).

Kiprah NSP di sektor usaha perkebunan menuai sorotan. Pasalnya, mereka terbukti terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Pada 2015 silam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajukan gugatan terhadap PT NSP atas kakus kebakaran hutan dan lahan di areal konsesi mereka.

Kasus bermula saat terjadi kebakaran hebat di Riau pada 2015. Akibatnya, asap membuat aktivitas warga lumpuh. KLHK tidak diam dan mencari sumber asap. Ternyata asap itu berasal dari kebun milik PT NSP. Gugatan pun dilayangkan ke PN Jakarta Selatan untuk kantor PT NSP yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Majelis PN Jaksel yang diketuai Effendi Mukhtar menyatakan PT NSP terbukti lalai dalam peristiwa kebakaran hutan di Pulau Meranti, Riau. PN pun saat itu memenangkan pemerintah dan menghukum PT NSP untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 319,17 miliar dari tuntutan sebesar Rp 319,17 miliar dan melakukan tindakan pemulihan sebesar Rp 753 miliar dari tuntutan Rp 753,75 miliar. Total NSP harus membayar Rp 1,07 triliun.

Meski demikian, PT NSP masih berusahan mengelak. Mereka kemudian mengajukan banding dan dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Pada 4 Desember 2017, majelis banding yang diketuai Abid Saleh Mendrofa dengan anggota Hidayat dan Sri Andini menyatakan gugatan KLHK tidak dapat diterima.
Atas putusan itu, KLHK tidak tinggal diam. KLHK kemudian melakukan kasasi. Pada 17 Desember 2018, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan kasasi KLHK dengan perkara nomor 3067 K/PDT/2018 yang diadili oleh Hakim Agung Hamdi, bertindak sebagai hakim anggota Yunus Wahab dan Soltoni Mohdally.
Dengan demikian, PT NSP secara sah terbukti terlibat dalam kasus perusakan lingkungan. Mereka tidak bisa lagi mengelak dan harus membayar ganti rugi sesuai dengan keputusan yang sudah ditentukan.




0 Response to "Sampoerna Korporasi Perusak Lingkungan"

Posting Komentar