Kecurangan Pembelian Tembakau Sampoerna Melalui PT Sadhana (1)



Publik mungkin hanya mengetahui jika Sampoerna merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kebanyakan orang mungkin tidak tahu jika Sampoerna juga punya kaki di bisnis perdagangan bahan baku tembakau. Sampoerna memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan tembakau, yakni PT Sadhana Arif Nusa.

Sebagai perusahaan memasok bahan baku tembakau untuk Sampoerna, PT Sadhana Arif Nusa ternyata tidak lepas dari catatan hitam pertembakauan. Bisnis perdagangan tembakau PT Sadhana seringkali bermasalah. PT Sadhana tercatat kerap kali berkonflik dengan petani tembakau karena dituding melakukan kecurangan pada praktik perdagangan tembakau mereka.

Pada 3 September 2012 silam, ratusan petani tembakau Lumajang menggelar unjuk rasa di gudang tembakau PT Sadhana Arif Nusa. Kala itu para petani menuding PT Sadhana memainkan standar tembakau dan memanipulasi harga sehingga banyak petani merugi. Tidak hanya itu, PT Sadhana juga dituding mengurangi jumlah bobot timbangan tembakau dari petani.

Terkait standar atau grade tembakau, PT Sadhana disinyalir tidak punya pakem yang jelas. Akibatnya, hasil panen tembakau dari para petani Lumajang selalu dianggap tidak mampu memenuhi standar tembakau premium PT Sadhana. Tentu saja ini sangat merugikan petani mengingat sejak awal mereka sudah mengeluarkan modal besar guna memenuhi segala aspek budidaya pertanian yang diwajibkan oleh PT Sadhana.

Modal besar yang dikeluarkan petani pada akhirnya tidak sebanding dengan harga beli yang ditentukan PT Sadhana. Disinilah kemudian muncul tudingan jika PT Sadhana menjalankan praktik manipulasi harga.

Selain itu, PT Sadhana juga disinyalir melakukan kecurangan dalam proses penentuan bobot timbangan tembakau. Para petani menyebut jika hasil timbangan PT Sadhana tidak sama dengan angka timbangan dari petani sendiri. Bahkan selisihnya tidak sedikit. Ada selisih sekitar empat kilo gram antara timbangan PT Sadhana dan petani.

Angka tersebut tidak sedikit. Mengingat itu adalah selisih hasil timbangan untuk tembakau kering. Misal diakumulasikan pada tembakau basah, selisih timbangan itu bisa mencapai 40 kg. Karena itulah kemudian para petani enggan memaklumi praktik semacam itu. Menurut petani, itu bukan lagi selisih akibat kesalahan timbangan. Tapi itu lebih pada praktik kecurangan pemotongan berat tembakau.

Kasus terbaru terjadi di Pamekasan Madura akhir Agustus lalu. Massa aksi menggeruduk PT  Sadhana Arif Nusa yang dianggap tidak mau membeli tambakau petani. Massa yang meliputi mahasiswa, warga, dan petani tembakau itu turut mengajak Kepala Disperindag Pamekasan ke Gudang Tembakau milik PT Sadhana. Selain tidak mau membeli tembakau petani, massa juga mencurigai PT Sadhana terlibat dalam permainan harga yang mengakibatkan anjloknya harga tembakau di Pamekasan.





0 Response to "Kecurangan Pembelian Tembakau Sampoerna Melalui PT Sadhana (1)"

Posting Komentar