Di Balik Besarnya Impor Tembakau Sampoerna



Status Sampoerna sebagai produsen rokok terbesar di Indonesia ternyata tidak berbanding lurus dengan besaran serapan mereka terhadap tembakau lokal. Sampoerna ternyata menggunakan tembakau lokal dalam jumlah yang relatif kecil karena mayoritas bahan baku produk Sampoerna berasal dari tembakau impor.

Dari total kebutuhan bahan baku tembakau mereka, hanya sepertiganya saja yang menggunakan tembakau lokal. Selebihnya adalah tembakau impor yang secara kualitas sebenarnya tidak beda jauh dengan tembakau lokal.

Sampoerna kerap kali menampik kabar terkait minimnya serapan mereka terhadap tembakau lokal. Terakhir bahkan Sampoerna mengkalim bahwa 70 persen kebutuhan bahan baku mereka berasal dari tembakau lokal. Klaim Sampoerna jelas sangat tidak berasalan mengingat produk rokok yang mereka hasilnya kebanyakan memang menggunakan varietas tembakau yang jarang bahkan tidak ditanam di Indonesia.

Tembakau Virginia, White Burley dan Oriental menjadi varietas utama tembakau impor. Tiga jenis tembakau inilah yang paling banyak digunakan oleh Sampoerna. White Burley dan Oriental memang tidak ditanam oleh para petani lokal. Sementara tembakau Virginia lokal secara produktivitas masih sangat sedikit dan terus mengalami penurunan.

Sampoerna belakangan juga menyebut dirinya telah sukses merangkul petani tembakau melalui program kemitraan. Melalui program yang diberi nama Integrated Production System (IPS) inilah Sampoerna mengklaim bahwa 70 persen kebutuhan bahan baku mereka berhasil dipenuhi oleh tembakau lokal.

Padahal, dibalik itu semua, program IPS sejatinya tidak dilakukan oleh Sampoerna langsung. Mereka menggunakan pihak ketiga sebagai vendor agar bisa meminimalisir risiko. Adanya pihak ketiga tentu saja menambah panjang rantai pemasaran. Dengan kata lain, petani pada akhirnya tetap tidak bisa mendapatkan penghasilan yang maksimal karena harus terlebih dahulu berurusan dengan vendor.
Dengan demikian, Sampoerna sejatinya tidak punya peran signifikan dalam urusan mensejahterakan petani tembakau. Selayaknya perusahaan multinasional pada umumnya, Sampoerna akan selalu begitu. Dan akan tetap seperti itu.





0 Response to "Di Balik Besarnya Impor Tembakau Sampoerna"

Posting Komentar