Kesaksian W. S. Rendra tentang Kretek


W. S. Rendra, pemerhati budaya yang mendapat julukan Burung Merak tersebut ternyata memiliki perhatian terhadap nasib industri pertembakauan, rakyat, dan nasionalisme.

Melalui kesaksiannya pada Selasa, 28 April 2009, ia memberikan kesaksiannya sebagai ahli perwakilan pemerintah dalam Sidang Mahkamah Konstitusi Perihal Pengujian Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Terhadap Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam kesaksiannya, Rendra menerangkan muasal dan perjalanan tembakau di Indonesia, yang mana sampai sekarang baik petani, produsen, dan konsumennya tinggal dalam negeri.

“Tembakau itu tanaman asing yang dipaksakan ditanam di Indonesia untuk pembentukan modal bagi kekuatan merkantilisme dan industri di negeri Belanda yang waktu itu menjajah Indonesia… Orang Indonesia menanam tanaman-tanaman seperti kopi termasuk tembakau dan lain sebagainya tanpa dia bisa mengekspornya sebagai tanaman yang sangat menguntungkan perdagangan luar negeri,” terang Rendra.

Ia mengapresiasi, kreatifitas orang Indonesia dari sudut pandang kebudayaan. Menurutnya, daya adaptasi bangsa Indonesia yang ternyata bangsa yang tidak asli, bahasanya tidak asli, tanaman tidak asli, tetapi toh bisa diadaptasi dengan kreatif.

"Tetapi kreativitas dari para leluhur dan para penduduk Indonesia luar biasa. Tembakau dicampur dengan klembak, tembakau dicampur dengan cengkeh, menjadi rokok klembak, menjadi rokok cengkeh dan ini suatu kreativitas yang luar biasa.”


Anda bisa menyimak kesaksian W.S. Rendra tentang kretek di https://youtu.be/o9GM78nw1t4




0 Response to "Kesaksian W. S. Rendra tentang Kretek"

Posting Komentar