Jawaban Kiai Khoirul Mustajab Banyuwangi tentang Perokok Pasif

Yang namanya kiai, terlebih yang sudah masyhur selalu saja punya jawaban yang menarik ketika ditanya. Hal itu pula yang ada pada diri Kiai Khoirul Mustajab. Kiai kondang asal Banyuwangi tersebut pernah punya kisah tentang dirinya saat ditanya tentang kebiasaannya merokok.

Kiai Khoirul Mustajab memang dikenal sebagai perokok berat, tak heran jika kemudian banyak orang yang bertanya tentang kebiasaannya menghisap rokok ini.

rokok

Suatu ketika, dirinya ditanya oleh seseorang. “Kiai, kok njenengan ini rokoknya ngebut banget, apa tidak sesak dada njenengan?”

Ditanya demikian, Kiai Khoirul menjawab santai.

“kalau sudah biasa ya nggak lah, kalau belum terbiasa pasti akan mati,” jawab Kiai Khoirul sambil tersenyum.

rokok

Seakan belum puas dengan jawaban Kiai Khoirul, orang tersebut kemudian bertanya lagi.

“Kata kebanyakan orang, dari pada uangnya dibelikan rokok, bukankah lebih baik dibelikan yang lain atau ditabung saja Kyai?”

Lagi-lagi, Kiai Khoirul punya jawaban yang menarik.

“itu kan pendapat orang yang tidak merokok Mas, kalau bagi yang merokok yo gak kiro ngunu hehe. Allah itu memberikan rizki pada masing-masing makhluknya itu tidak sama Mas, ada yang cukup hanya membeli beras saja dan ada yang cukup membeli beras dan rokoknya juga hehe, mungkin saya golongan yang kedua ini Mas, soalnya selama saya merokok dapur saya juga ngebul kok.”

rokok

Kiai Khoirul kemudian menjelaskan tentang etika merokok.

“Yang penting jangan merokok disembarang tempat Mas, saya memang perokok berat mulai saat di pesantren, tapi saya gak suka merokok ditempat teman-teman yang gak suka rokok’an meski mereka baik-baik saja, saya tidak merokok disana gak enak Mas, saya juga tergolong perokok yang pasif lo Mas,” tambah Kiai Khoirul.

“Lo kok bisa perokok pasif Kyai?” Kata si penanya.

“Lah iya, saya kalau merokok sambil jalan-jalan itu gak enak alias gak bisa menikmati Mas, jadi kalau saya merokok itu ya begini, sambil duduk dan ngopi hehe, itu kan pasif namanya” jawab Kiai Khoirul yang kemudian langsung dibalas tawa.