Perjuangan Bambang dan Budi Hartono Membangun Djarum

Bambang Hartono, terlahir dengan nama Hokkian Oei Hwie Siang pada 2 Oktober 1939. Pria berdarah Tionghoa ini lahir di Kudus dari ayah bernama Oei Wie Gwan.

Oei Wie Gwan merupakan salah satu pebisnis sukses di zamannya. Dia mengawali usahanya lewat produk mercon bernama Leo sejak tahun 1930-an. Sayangnya, usaha tersebut harus bangkrut karena mengalami kebakaran.
Oei Wie Gwan tak menyerah dan kemudian membangun pabrik rokok. Dia membeli pabrik yang bernama Djarum Gramophon yang kini lebih dikenal sebagai Djarum.

Perjalanan Djarum termasuk penuh liku. Sebab, usaha tersebut harus melalui fase perekonomian yang cukup lesu di era setelah merdeka. Pabrik yang awalnya cuma berisi 10 pegawai harus mengalami kebakaran lagi di tahun 1963.

Oei Wie Gwan meninggal tak lama setelah kejadian tersebut. Itu membuat kedua putranya, Bambang Hartono dan Budi Hartono harus benar-benar berjuang membangun Djarum.

rokok

Pascakebakaran yang terjadi di tahun 1960-an tersebut membuat Bambang dan Budi merangkak dari bawah. Dulunya Djarum merupakan usaha kretek rumah tangga yang dilakukan secara manual.

Bambang dan Budi meneruskan usaha ayahnya dari nol. Keduanya memikirkan inovasi untuk mengembangkan produk dan sayap perusahaan tersebut. Langkah awal yang mereka mulai adalah penelitian.

Keduanya mengembangkan penelitian untuk produk kretek mereka. Salah satu yang paling penting adalah mulainya penggunaan mesin-mesin untuk meningkatkan produksi rokok di pabrik mereka di era 1970-an.

bungkus rokok

Pada tahun 1976, Djarum memperkenalkan rokok filter ke pasar. Disusul pada tahun 1981, Bambang Hartono merilis Djarum Super sebagai produk andalan perusahaan tersebut.

rokok

Tak cuma berinovasi melalui penggunaan mesin, Djarum memprioritaskan bahan-bahan baku terbaik. Tembakau yang digunakan berasal dari berbagai daerah penghasil tembakau kualitas nomor satu di Indonesia. Hal Ini membuat rokok produksi Djarum punya rasa khas yang banyak disukai oleh banyak orang.

Itu menjadi salah satu kunci sukses keberhasilan Djarum yang kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terkemuka di Indonesia.

bungkus rokok


Bambang Hartono dan adiknya itu ternyata tak puas dengan hanya berbisnis di Djarum. Keduanya mulai mencoba bisnis lain. Mulai dari perbankan (BCA), perhotelan, mal, perkebunan dan bisnis property. Keduanya meraup keuntungan dari usaha-usaha dan bisnis yang dijalankan.

Aneka bisnis yang mereka jalankan ternyata sukses besar dan pada akhirnya mengantarkan mereka menjadi orang terkaya di Indonesia.