Cerita di Balik Foto Legendaris Bung Karno Berbagi Api Rokok dengan Khrushchev

Presiden pertama Indonesia Ir. Sukarno punya gaya khusus ketika sedang bertemu dan berbincang dengan pemimpin negara lainnya. Salah satunya dengan Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev saat si pemimpin besar Soviet itu mengadakan kunjungan ke Indonesia pada pertengahan Maret 1960.

soekarno Khrushchev

Dalam salah satu acara jamuan makan malam yang berlangsung di Istana Tampaksiring, Bali, keduanya tampak begitu akrab. Keakraban tersebut terlihat jelas tatkala keduanya saling menghidupkan rokok dengan menempelkan kedua ujungnya tanpa menggunakan korek api. Ada kepercayaan dan hal yang diyakini, ketika seseorang sudah biasa menyambung rokok maka keduanya terasa seperti sahabat karib

Momen tersebut diabadikan oleh Wartawan foto dan kamudian langsung menjadi salah satu foto legendaris dan ikonik bagi kedua sosok pemimpin tersebut. Soekarno memang sosok yang tak bisa dibantah cukup dekat dengan rokok. Ia kerap menjadikan rokok sebagai instrumen berdiplomasi.

rokok

Foto itu kemudian kerap digunakan sebagai pelengkap narasi keakraban bangsa Indonesia dan Uni Soviet yang dulu memang pernah dalam fase yang mesra-mesranya. Apalagi di Uni Soviet, berlaku semacam budaya di mana ketika dua orang yang berbagi minum vodka dan saling menyambung rokok, maka keduanya sudah bagaikana saudara.

soekarno merokok

Bagi Soekarno, merokok bersama pemimpin-pemimpin negara lain ini tentu saja bukan yang pertama. Bung Karno memang sering terlihat akrab merokok dengan banyak pemimpin negara lain, tokoh-tokoh penting pemimpin negara lain. Selain dengan Nikita Khrushchev, Bung Karno pernah difoto sedang membantu menghidupkan rokok Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru dalam konferensi gerakan non blok pada tahun 1960 di Beograd, Yugoslavia.