Ketika Ketum KNPI Merokok Untuk Bantu BPJS

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhammad Rifai Darus, angkat suara terkait Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pemanfaatan cukai rokok untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Muhammad Rifai Darus

Ia mengatakan bahwa setelah keluarnya Perpres soal penggunaan dana pajak rokok sebagai penutup defisit keuangan BPJS, maka merokok seharusnya bukan lagi menjadi aktivitas yang selalu dipandang buruk.

rokok

Lebih jauh, Rifai bahkan kemudian memberikan pernyataan tentang dirinya yang merokok untuk membantu BPJS.

“Saya merokok untuk membantu pemerintah membayar tunggakan di BPJS,” ujar Rifai.

orang merokok

Namun begitu, dirinya mengingatkan agar seruan merokok ini jangan dimaknai secara negatif.
Seperti diketahui, Pemerintah baru saja meneken keputusan dalam bentuk Perpres untuk menutup defisit keuangan BPJS kesehatan dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) serta pemanfaatan dana pajak rokok.

bungkus rokok

Dalam ketentuan Perpres tersebut, disebutkan bahwa pendapatan negara dari cukai rokok itu dipotong 50 persen. Sebagian tetap didistribusikan ke pemerintah kota/ kabupaten melalui DBHCHT. Sebagian lagi digunakan untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan