Gappri: Tarif Cukai Tinggi, Rokok Ilegal Juga Tinggi

Jika dilihat dari sisi volume produksi, maka kondisi industri rokok saat ini boleh dikatakan sedang terpuruk. Ada penurunan 1-2 % selama 4 tahun terakhir. Bahkan hingga April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7 %.

rokok

Data ini disampaikan Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (GAPPRI), Ismanu Soemiran. Ketua GAPPRI ini menegaskan, kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah harusnya memperhatikan berbagai faktor. Khususnya faktor ekonomi dan suhu politik yang kian memanas jelang Pemilu ini.

rokok

Ismanu menerangkan bahwa rencana Pemerintah yang ingin menaikkan lagi tarif cukai rokok dan memberlakukan penyederhanaan layer rokok. Kalau sampai kebijakan ini dijalankan, akan terjadi kenaikan ganda yang imbasnya akan berpengaruh pada Industri Tembakau.

bungkus rokok

Tak sampai di situ saja, kenaikan tarif cukai dan penyederhaan layer berpotensi merugikan Negara. Padahal pendapatan Industri Hasil Tembakau (IHT) yang disetorkan ke Negara sebesar 200 triliun, hampir setara 70% total prosentase pemasukan Negara. Maka sesungguhnya IHT dapat disebut BUMN yang dikelola swasta. Ismanu menegaskan hidup mati industri hasil tembakau tergantung pemerintah juga. Secara de facto pemerintah adalah penerima pungutan terbesar hasil penjualan IHT.

rokok

Dampak lain adanya kebijakan ini menyebabkan tingginya produksi dan peredaran rokok ilegal. Rokok ilegak merupakan rokok yang tak bercukai, rokok ini tak memberikan pemasukan untuk negara, sehingga, selain berpotensi merugikan Industri Tembakau dan juga dapat mengurangi penerimaan negara.

orang merokok

Di Malaysia, tingginya tarif cukai terbukti meningkatkan peredaran rokok ilegal. Hal ini karena banyak produsen rokok yang nekat membuat rokok tanpa cukai karena tingginya tarif cukai yang diberlakukan.

Indonesia seharusnya bisa belajar dari Malaysia, bahkan kenaikan tarif cukai rokok tak melulu bakal menjadi jalan untuk meningkatkan pendapatan, tapi justru bisa mengurangi setoran pemasukan.