Persaingan Kretek melawan Rokok Putih

Sejak jaman Pemerintahan Hindia Belanda, persaingan kretek dengan rokok putih sudah berlangsung. Anehnya jaman dulu, Pemerintah Hindia Belanda, justru menaruh perhatian lebih terhadap Kretek. Ini dibuktikan dengan kebijakan-kebijakan dan usaha yang dilakukan Pemerintahan Hindia Belanda. Salah satunya dengan memberikan dispensasi kepada Pabrik rokok Nitisemito untuk mengangsur utang pajak dan membuka pabrik rokok. Jaman dulu, Pemerintah Hindia Belanda sadar betul, pemasukan tertinggi didapatkan dari hasil pajak rokok kretek.

bungkus rokok

Sejak abad ke-20, ekspansi rokok putih sudah menyebar ke nusantara, akibat jumlah impor yang tinggi. Kisaran tahun 1923, jumlah impor rokok putih mencapai kurang-lebih 1 Miliar batang rokok putih setiap tahun. Jumlah ini semakin besar ketika perusahaan rokok putih mendirikan pabriknya di daerah Cirebon dan Surabaya oleh BAT (British America Tobaco). Pada tahun 1931 jumlah produksi rokok putih di nusantara sudah membesar ke angka 7 M batang rokok putih selama setahun. Belum lagi ditambah jumlah impor rokok putih yang membesar di angka seratus juta batang di tahun yang sama. Artinya pada tahun 1931 tersebut jumlah rokok putih yang ada dan beredar di Nusantara ada 7,1 Miliar batang rokok.

bungkus rokok

Kalau dibandingkan pada tahun yang sama, jumlah rokok kretek yang beredar di Nusantara berkisar 6,5 Miliar batang. Jumlah yang masih kalah banyak dari rokok putih. Artinya rokok putih benar-benar ancaman serius bagi industri rokok kretek di Nusantara. Padahal rokok kretek di Nusantara sudah berdiri lama, dan dianggap sebagai salah satu industri yang menyerap banyak jumlah tenaga kerja dan memberikan pemasukan tinggi bagi Negara.

bungkus rokok

Melihat fenomena itu, Pemerintah Hindia Belanda mengmabil keputusan dan kebijakan penting. Cukai rokok putih dinaikkan, dimahalkan dibandingkan dengan rokok kretek. Membuat kebijakan tidak boleh adanya pembelian mesin rokok, hal ini dimaksudkan untuk mencegah adanya produksi tinggi rokok putih pada zaman tersebut.

Aturan-aturan Pemerintah Hindia Belanda itu berlangsung cukup lama, dan termasuk kebijakan tepat untuk membantu Industri Kretek di Nusantara. Pabrik-pabrik, usaha rumahan, usaha kecil kretek pada zaman tersebut sangat terbantu dan senang dengan adanya keberpihakan Pemerintah kepada mereka.

bungkus rokok

Kalau kita bandingkan dengan era sekarang, Pemerintah Indonesia malah menyerang, memusuhi bahkan berusaha menutup industri rokok kretek. Aneh tapi nyata, sungguh miris melihat kenyataan yang ada di zaman sekarang ini.




0 Response to "Persaingan Kretek melawan Rokok Putih"

Posting Komentar