Perkembangan Tembakau di Jepang

Sebuah catatan harian Kapten Richard Cocks pada tanggal 7 Agustus 1615, menjelaskan bahwa Jepang sudah menggunakan tembakau pada abad ke-16. Dalam catatan harian tersebut, tertulis: “Gonosco Dono datang ke rumah orang Inggris, dan di antara pembicaraan lainnya menyatakan kepada saya (Kapten Richard Cocks) bahwa raja Daimyo dari Hirodo telah mengirimkan perintah kepadanya untuk membakar tembakau dan tidak seorang pun bisa “minum” dalam pemerintahannya.”

tembakau

Catatan Kepala perdagangan Inggris di Hirado Jepang itu menjelaskan tentang jalannya pemerintahan dan perdagangan Jepang dan Inggris dari tahun 1613 sampai 1621. Selama satu dasawarsa tersebut Jepang ternyata sudah mengenal tembakau. Namun, penting untuk diketahui bahwa tembakau bukan tanaman asli dari Jepang.

tembakau

Jepang mengenal tembakau berkat orang-orang Portugis -yang mereka sebut Namban- menjelang akhir abad ke-16. Daun-daun tembakau, diperdagangkan oleh orang-orang Portugis, yang kemudian ditanam pada tahun 1605 di Nagasaki.

Dari perkebunan di Nagasaki tersebut, penanaman tembakau kemduian diperluas skalanya pada abad ke-17. Daun Tembakau mulai digunakan untuk merokok dan sebagian lagi digunakan untuk bahan penyembuhan. Data-data penggunaan daun tembakau untuk kesehatan ini ditulis di catatan harian Kapten Richard Cocks.

tembakau

Raja Daimyo dari Hirodo bahkan sempat melarang penggunaan tembakau sebagai rokok dan bahan penyembuhan pada abad ke-16 tersebut, dikarenakan belum adanya ujicoba secara klinis. Pada saat itu daun tembakau digunakan semua kalangan, mulai dari anak kecil, hingga orang dewasa. Daun tembakau direbus dan diminum airnya untuk penyembuhan. Uji coba klinis belum maksimal dilakukan pada saat itu, sehingga Raja Daimyo memerintahkan untuk memusnahkan tembakau ke seluruh daerah perkebunan di Jepang.

Selain untuk merokok dan untuk penyembuhan, di Jepang juga ditemukan penggunaan pipa untuk menghisap tembakau. Fakta adanya pipa tembakau ini dijelaskan di catatan harian Wiliam Adams; “Empat buah pipa tembakau telah terjual di Kyoto.”

perempuan merokok

Kesemua fakta dan catatan sejarah ini nyata adanya. Sejak zaman dulu, tembakau bisa digunakan sebagai bahan penyembuh. Catatan-catatan sejarah ini bisa anda baca secara lengkap di buku Hikayat Kretek. Buku yang ditulis oleh Amen Budiman dan Onghokham, diterbitkan pada tahun 2016 oleh Gramedia