Kebiasaan Merokok di Kraton Mataram

Pada tahun 1613 sampai 1645, para duta VOC berkunjung ke kerajaan Mataram yang saat itu berada dalam pemerintahan Sultan Agung. Saat itu salah satu duta VOC takjub akan sosok Sultan Agung. Beliau tampak gagah, tatapannya layaknya singa, tajam. Berpakaian batik, lengkap dengan topi dan kain linen yang membalut kepalanya. Ia juga dikelilingi dan dilayani abdi setianya. Semua abdi lengkap dengan pakaian adat Jawa lengkap dengan bahan-bahan rempah, seperti sirih, tembakau dll yang berada dalam cerana emas. Juga ada kendi dan cangkir khas Jawa.

orang merokok

Informasi ini kemudian diperjelas dengan gambaran adanya abdi perempuan yang duduk berlutut di atas lantai sambal membawa sebuah tombak panjang di samping Sultan Agung. Sri Baginda Sultan Agung selalu merokok dan tidak banyak mengkonsumsi sirih. Sultan Agung merupakan salah satu perokok berat. Hal ini dipertegas salah satu utusan VOC, di mana saat audiensi, Sri Baginda merokok menggunakan pipa berlapis perak.

Saking seringnya merokok, para pembantu Sri Baginda Sultan Agung selalu menyiapkan upet (tali api-api) berjaga-jaga jika rokok Sultan Agung mati.

bungkus rokok

Tradisi merokok dalam kraton Mataram ini terus berlanjut saat kepemimpinan Sunan Mangkurat Mas I. Beliau adalah pengganti mangkatnya Sultan Agung pada tahun 1645. Hal ini diketahui dari informasi utusan VOC yang bertamu ke kerajaan Mataram. Saat itu suguhan untuk para utusan VOC di kerajaan Mataram adalah sajian buah pinang, tembakau dan secangkir teh.

orang merokok

Dua informasi penting ini menjadi catatan sejarah menarik soal kebiasaan merokok dalam Kraton Mataram, dari mulai kebiasaan Sri Baginda merokok menggunakan pipa, sampai suguhan wajib bagi para tamu yang berupa sajian buah pinang, tembakau, dan teh.

Kebiasaan merokok ini kemudian dilanjutkan pada pemerintahan Sunan Paku Buwono I, putra Sunan Amangkurat I, dan raja Mataram keenam (1703-1719). Sunan Paku Buwono I merokok denga dua cara, pertama menggunakan pipa yang terbuat dari buluh, sedangkan cara kedua yakni dengan mengisap rokok dalam bentuk bungkus (tembakau yang digulung dengan daun).

rokok klobot

Kebiasaan merokok di Kraton Mataram ini dijelaskan secara detail dalam buku Hikayat Kretek pada halaman ke 84. Buku ini hasil karya Amen Budiman dan Onghokham, KPG terbit tahun 2016. Silakan membaca sejarah kretek di Indonesia, di buku ini lengkap sekali data dan informasi menyoal kretek.




0 Response to "Kebiasaan Merokok di Kraton Mataram"

Posting Komentar