Kiai Arwani Faisal: Hukum Rokok Bisa Haram, Makruh, dan Mubah

Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan ormas terbesar di Indonesia adalah salah satu lembaga yang tidak melarang pengikutnya untuk menghisap rokok.

orang merokok

Berbagai alasan dikemukan oleh PBNU termasuk oleh staf dewan halal PBNU, Kiai Arwani Faisal. Ia memegang teguh kesepakatan pada acara bahtsul masail oleh Lembaga Bahtsul Masail PBNU yang mengatakan bahwa hukum merokok haram bagi orang tertentu, seperti penderita jantung, paru-paru, vertigo dan sebagainya. Dalam hal ini, tidak ada kontroversi antara MUI dan NU. Namun begitu, menurutnya, hukumnya bisa menjadi makhruh pada kondisi dan orang yang tertentu pula.

orang merokok

"Merokok haram secara khusus bagi orang tertentu sekiranya menimbulkan mafsadah (bahaya) relatif berat, seperti bagi penderita jantung, paru-paru, vertigo dan sebagainya. Merokok makruh secara umum selama tidak berlebihan dan sekiranya hanya menimbulkan mafsadah relatif ringan. Dan merokok mubah jika dilakukan sesekali untuk suatu manfaat, seperti meningkatkan konsentrasi, dan sekiranya hanya menimbulkan mafsadah relatif ringan, tetapi kemudian mudah luntur oleh darah putih dan anti oksidan,” ujar Kiai Arwani Faisal yang juga Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Anggota Team Kaderisai PBNU, dan Koordinator II Dewan Tahqiq (verifikasi dan investigasi/audit) Badan Halal PBNU.

rokok

"Kiai-Kiai NU menyepakati dua klasifikasi hukum di atas, haram secara khusus, dan makruh secara umum." ujarnya.