Ketika Rombongan Presiden Nixon Borong Rokok Kretek

Di Bandar Udara Kemayoran Jakarta, sejumah jurnalis dari dalam dan luar negeri berkumpul. Mereka menunggu Presiden Amerika Serikat (AS) Richard Milhous Nixon yang hendak bertolak ke Bangkok setelah kunjungan singkatnya di Indonesia. Dalam kunjungan yang hanya 22 Jam di Indonesia pada 27 Juli 1969 tersebut, Presiden Nixon bertemu dengan Presiden Soeharto.

presiden nixon

Kunjungan singkat tersebut tidak disia-siakan oleh jurnalis yang mengikuti lawatan Presiden Nixon, kesempatan di Indonesia mereka gunakan untuk memburu rokok khas Indonesia di kios-kios terdekat dengan bandara.

rokok kretek

“Ada rokok”

“Ada, tapi rokok dalam negeri,” jawab di penjual seakan kurang pecaya diri.

Penjual rokok merasa tidak percaya diri. Dia mengira orang kulit putih hanya meminati rokok putih. Tapi, jawaban jurnalis asing itu di luar dugaan. Sebab yang dicarinya bukan rokok putih melainkan rokok kretek.

“Tidak apa, yang saya maksud rokok kretek.”

rokok kretek

Begitu mendapati rokok kretek para jurnalis asing tersebut segera memborongnya. Mendapati keanehan tersebut, para jurnalis dari dalam negeri yang penasaran menanyakan alasan memborong rokok kretek itu.

“Suka sekali. Rasanya enak sekali,” jawab jurnalis yang mengikuti rombongan Presiden Nixon, presiden yang akhirnya mengundurkan diri karena Skandal Watergate.

rokok kretek

Kejadian borong rokok tersebut yang didokumentasikan oleh koran Kedaulatan Rakyat tersebut edisi 30 Juli 1969.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto