Badan POM RI Gerah dengan Isu Filter Rokok Mengandung Darah Babi

Kabar bohong tentang kandungan darah babi dalam filter rokok, membuat Badan POM sedikit gerah karena hampir setiap tahun isu tersebut diedarkan oleh media-media tidak bertanggung jawab. Padahal kabar tersebut tidak didasari sikap ilmiah.

filter rokok

Penelitian filter rokok yang mengandung darah babi tersebut adalah pemelintiran atas hasil penelitian Christien Meinderstma bersama Simon Chapman yang menyatakan hemoglobin atau protein darah babi bisa digunakan untuk menangkap zat berbahaya pada rokok. Meski demikian, zat tersebut tidak otomatis digunakan pada semua produk rokok di seluruh dunia.

bungkus rokok

Namun hasil penelitian tersebut diputarbalikkan seolah-olah pada filter rokok otomatis terdapat kandungan darah babi. Atas dasar itu, maka Badan POM RI dalam edaran pers tanggal 31 Oktober 2017 memberikan penekanan bahwa rokok berfilter yang diuji Tidak Terdeteksi adanya kandungan DNA babi. Dalam edaran tersebut pula, Badan POM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses informasi melalui berbagai sarana.

rokok

Berikut ini penjelasan Badan POM terkait dugaan adanya kandungan darah pada filter rokok:

1. Isu ini pernah muncul pada 2010 dan 2013. Berdasarkan hasil uji filter rokok yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM RI pada 2019 menggunakan Metode DNA, dari lima merek rokok berfilter yang diuji, TIDAK TERDETEKSI kandungan DNA babi.

2. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, Badan POM RI diamanahkan untuk mengawasi produk dan iklan rokok yang beredar. Pengawasan yang dimaksud hanya terkait beberapa hal yaitu kebenaran kandungan nikotin dan tar, pencantuman peringatan kesehatan pada label, dan ketaatan dalam pelaksanaan penayangan iklan dan promosi rokok.

3. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media. Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0-8121-9999-533, surel halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen/Balai POM di seluruh Indonesia.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto