Cegah Kenaikan Harga Rokok, Disperin Kota Malang Kirim Surat Protes Kepada Sri Mulyani

Target penerimaan cukai yang dipatok sebesar Rp155,4 triliun dalam RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2018 menuai protes. Dari target tersebut, penerimaan cukai hasil tembakau mendominasi yakni sebesar Rp148,23 triliun. Peningkatan target penerimaan negara ini adalah sinyal terjadi kenaikan tarif cukai yang akan diketok pemerintah dan diterapkan pada 2018.

rokok

Protes atas kebijakan peningkatan target penerimaan cukai itu berdatangan. Salah satunya dari Kota Malang sebagai sentra industri rokok. Atas keberatan ini, Kepala Disperindag Kota Malang, Subhan melayangkan surat keberatan atas kenaikan target penerimaan cukai rokok tahun depan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Peningkatan target penerimaan cukai berarti peningkatan tarif cukai, itu artinya akan ada pabrik rokok di Kota Malang yang bakal tutup lagi.

Imbas dari kenaikan tarif cukai bagi pabrik rokok di Kota Malang bisa langsung dirasakan. Daerah ini adalah salah satu daerah yang roda perekonomiannya digerakkan oleh menjamurnya industri rokok. Tetapi karena kenaikan cukai yang mencekik, selalu ada pabrik yang gulung tikar setiap tahunnya.

rokok

Pukulan terparah dirasakan pada 2011-2012 ketika kenaikan cukai sekitar 10 persen dan setelahnya puluhan pabrik rokok tumbang secara bersamaan. Padahal data 2009 silam tercatat jumlah pabrik rokok yang terdaftar sejumlah 150 pabrik rokok, sedangkan sekarang hanya tersisa 35 pabrik yang bertahan.

Dalam suratnya kepada Sri Mulyani tersebut, Subhan meminta untuk mempertimbangkan lagi target penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau. Agar pabrik rokok bisa ‘bernapas’ lebih panjang dan yang terpenting menyelamatkan sekitar 20 ribu karyawan dari pemecatan.

Selain dari tenaga kerja, sumbangsih industri hasil tembakau di Kota Malang juga memberikan pendapatan dari DBHCHT yang cukup besar pada 2016, angkanya mencapai Rp62,5 miliar.

rokok

Bila pabrik rokok yang ada bertumbangan, Pemkot Malang tidak hanya menanggung beban pengangguran, lebih dari itu, sumber pendapatan lain dari DBHCHT cukai juga akan berkurang.

Subhan menegaskan bahwa keberadaan industri hasil tembakau harus dilihat dari banyak sisi, tidak hanya dari penerimaan yang langsung diterima negara melalui cukai hasil tembakau dan dibenarkan dengan dukungan kelompok anti tembakau yang ingin mengurangi jumlah perokok.

rokok

Harus dipertimbangkan juga ada pekerja atau buruh rokok, ada petani tembakau, petani cengkeh, buruh tani, dan sejumlah pekerjaan lain yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan industri hasil tembakau. Itu semua menyerap tenaga kerja. Ada satu saja pabrik rokok yang tutup, dampaknya akan banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto