Tiga Faktor Lingkungan yang Cocok untuk Budidaya Cengkeh

Cengkeh, salah satu jenis rempah ini dihasilkan dari kuncup bunga Syizygiumaromaticum atau Eugenia caryophyllata. Jenis pepohonan ini memiliki banyak dahan, berdaun lebat, dan hijau sepanjang tahun. Jika telah tiba musim berbunga, maka di bagian dahan-dahannya yang paling ujung akan dipenuhi kuncup-kuncup bunga. Mulanya bunga cengkeh berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, merah muda, dan akhirnya merah-cokelat-kekuningan.

petani cengkeh

Sampai sekarang, harga komoditas tanaman yang 93% produksi nasionalnya digunakan untuk bahan baku rokok kretek ini masih relatif mahal, per kilogramnya bisa lebih dari Rp100.000.

Nah, bila Anda tertarik ingin membudidayakan cengkeh, ada tiga faktor lingkungan yang perlu diperhatikan, yaitu:

Iklim

Tanaman cengkeh dapat tumbuh dan berkembang baik pada ketinggian 300-600 mdpl dengan suhu 22o - 30 o C, terutama yang setiap malam mendapat aliran udara dari laut. Selain itu, curah hujan yang dikehendaki tanaman cengkeh, yaitu antara 1.500-4.500 mm/tahun dengan musim kemarau/kering tidak lebih dari 3 bulan.

cengkeh

Lokasi

Di daerah yang miring ke arah timur dan mendapat pancaran sinar matahari pagi, proses pembungaan cengkehnya lebih baik. Karena saat pembungaan tanaman cengkeh menghendaki penyinaran penuh maksimal 8 jam/hari untuk memenuhi cadangan makanan.

Kabut berpengaruh buruk pada proses pembungaan. Apabila kabut muncul pada fase mata yuyu, maka bunga akan busuk akibat serangan cendawan.Cengkeh yang dihasilkan di daerah kering relatif lebih baik daripada di daerah basah, karena mendapat sinar matahari lebih banyak.

Angin juga berpengaruh pada tanaman cengkeh. Angin kencang bisa menyebabkan rusaknya tajuk tanaman. Sedangkan angin kering dapat menyebabkan penguapan sehingga tajuk tanaman menjadi kering.

cengkeh

Tanah

Tanaman cengkeh menghendaki tanah yang gembur, dalamnya minimal 2 meter, tidak berbatu, PH 5,5-5,6 dan mempunyai drainase (pembuangan air) yang baik.

Tanah dengan kemiringan 20o lebih baik daripada tanah datar, karena drainasenya baik. Kedalaman air tanah pada musim hujan tidak lebih dangkal dari 3 meter dan pada musim kemarau tidak lebih dalam dari 8 meter (lihat ke dalam sumur).

Gambar ilustrasi: Eko Susanto