Hikmah dan Falsafah ala Rokok

Nyaris kita semua sebenarnya paham bahwa rokok adalah gaya hidup. Hal ini sama seperti kebiasaan minum kopi di pagi hari bagi sebagian orang, atau bagi orang yang lain sama seperti kebiasaan minum teh di sore hari. Tidak ada yang perlu diistimewakan secara berlebihan karena masing-masing orang punya cara sendiri untuk menikmati hidupnya.

rokok dan kopi

Soal pro kontra tentu saja akan selalu ada. Sama seperti yang sekarang berlaku pada rokok. Tetapi jangan sampai berlebihan karena itu akan membuatmu menjadi berpikiran sempit. Bilang asap rokok tak sehat tapi hirau dengan asap knalpot yang membawa polutan yang jauh lebih berbahaya daripada asap rokok. Bilang rokok membawa berbagai penyakit tapi kau nikmati makanan cepat saji secara lahap dan karenanya kau anggap lebih bergaya.

bungkus rokok

Sekarang mari coba keluar dari pakem. Kita coba cari hikmah dari aktivitas merokok.

Selalu Mengingat Mati

Dengan kebijakan pencantuman label ‘rokok membunuhmu’ dalam bungkus rokok bisa jadi justru mengingatkan para perokok bahwa kematian adalah kenyataan yang pasti datang kepada siapa pun yang hidup. Peringatan tersebut membuat para perokok senantiasa mengingat bahwa kematian adalah suatu hal yang tidak bisa dihindarkan, sehingga dengan begitu, diharapkan para perokok senantiasa berbuat yang baik setiap hari dan tidak membuat orang lain celaka.

bungkus rokok

Jiwa Sosial Tinggi

Merokok adalah aktivitas yang membuat orang menjadi punya jiwa sosial tinggi dan peka akan lingkungan sosialnya. Kebiasaan merokok yang dicap ‘buruk’ membuat seorang perokok berhati-hati dalam memilih tempat untuk melaksanakan hajatnya. Dia akan terbiasa meminta izin kepada orang di sekitarnya ketika akan merokok. Tak hanya itu, ketika di sekitarnya ada sesame perokok, ia tak segan menawarkan rokok miliknya untuk dihisap rame-rame.

bungkus rokok

Melatih Kreativitas

Dalam soal ini tentu berkaitan dengan menyiasati kenaikan harga rokok yang terus terjadi. Meskipun saku kembang kepis, seorang perokok tetap dengan bangga menyebut dirinya sebagai penyumbang cukai terbesar untuk pendapatan negara. Selain itu, kenaikan harga membuat berjalan. Caranya macam-macam, mulai dari mengganti merek rokok yang lebih murah, sampai mengatur jatah merokok harian.