Tips untuk Anda yang Berminat Menjadi Petani Tembakau

Usaha perkebunan tembakau terlihat menggiurkan, sehingga membuat sejumlah orang tertarik untuk terjun dalam usaha ini. Tetapi perlu diingat bahwa tidak ada usaha yang tidak berisiko kerugian. Demikian pula dengan usaha menanam tembakau. Nah, Hal-hal berikut di bawah ini bisa menjadi perhatian bagi kalian yang mungkin tertarik untuk menjadi petani tembakau:

1. Sangat bergantung iklim

Tembakau untuk bahan kretek sangat bergantung iklim. Ketika masa tanam, tembakau membutuhkan mendapatkan curah hujan, dan di masa selanjutnya membutuhkan sinar matahari penuh. Sehingga banyak sekali kerugian petani dikarenakan curah hujan tinggi ketika jelang panen. Kualitas tembakau menurun. Padahal nilai tembakau sangat ditentukan oleh kualitas yang dihasilkan.

petani tembakau

2. Jenis Tembakau

Jenis tembakau tidak bisa disamakan dari satu daerah dan daerah lainnya. Karena geografis tertentu menghasilkan tembakau tertentu pula. Karena itulah tembakau dari Temanggung berbeda dengan tembakau dari Banyuwangi maupun daerah lainnya. Pagu harganya pun berbeda-beda.

petani tembakau

3. Lihat Kuota Permintaan Pabrikan

Kuota permintaan pabrik akan diberikan jelang masa tanam. Setiap pabrikan dengan difasilitasi pemerintah daerah akan menghitung kuota pembelian bahan baku tembakau. Dari kuota tersebut, petani menentukan luasan lahan yang ditanami tembakau pada setiap musim tanam tembakau. Bila berlebihan, tentu pabrikan tidak sanggup menampung sehingga membuat harga tembakau turun.

petani tembakau

4. Pelajari terlebih dahulu

Yang ini adalah rumus dari setiap usaha. Bahwa setiap usaha perlu ada pengetahuan yang lebih. Anda bisa belajar ke orang yang sudah menanan tembakau terlebih dahulu, apa saja tabiatnya dan bagaimana cara mengatasi setiap persoalan. Bila sudah, maka wajib hitungnya menghitung biaya produksi dari bibit sampai tenaga kerja yang dibutuhkan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto