Komunitas Perokok Bijak: Memperjuangkan Hak dan Etika Merokok

Gencarnya penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai wilayah seringkali tidak disertai dengan penyediaan Tempat Khusus Orang Merokok. Padahal, kewajiban penyediaan tempat khusus merokok merupakan amanat undang-undang.

bungkus rokok

Kondisi itu yang membuat berdirinya Komunitas Perokok Bijak di Purworejo. Salah satu tuntutan yang mereka ajukan adalah penyediaan tempat khusus merokok di stasiun, terminal, dan tempat-tempat umum lainnya. Karena kewajiban tersebut seringkali ditinggalkan. Kalaupun ada, kondisinya seperti kandang sapi dengan ventilasi kecil.

rokok

Tuntutan lain yang diajukan oleh Komunitas Perokok Bijak adalah etika merokok yang perlu dijunjung para perokok. Menurut Jumadi, anggota Komunitas Perokok Bijak, merokok adalah pilahan dewasa. Jangan menawarkan atau menjual rokok kepada anak-anak, juga meminta ijin kepada orang di sekitar ketika akan merokok.

rokok

Di samping itu, satu hal yang disorot oleh komunitas ini adalah upaya untuk melekatkan perokok sebagai warna negara kelas dua. Misalnya aturan BPJS yang berupaya mendeskreditkan orang merokok bahkan diancam untuk tidak bisa mengklaim asuransi kesehatannya ketika mereka sakit. Padahal WHO sendiri menyatakan tidak ada penyakit yang disebabkan oleh rokok murni.

rokok

“Intinya kita memperjuangkan, kalau merokok itu hak, jangan dilarang-larang. Sama halnya untuk tidak merokok, maka jangan dipaksa-paksa untuk merokok. Jika perokok dan nonperokok punya etika, maka jadinya saling menghormati,” tegasnya.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto