Merokok Menyehatkan atau Mematikan?

Berkaitan dengan kebiasaan menikmati asupan tembakau, Pemerintah bisa dikatakan memberlakukan kebijakan dua kaki. Di satu sisi mengeruk cukai, namun di sisi lain membela kepentingan isu kesehatan.

bungkus rokok

Sebuah keputusan yang sangat ambigu karena pemerintah kemudian menyandang status munafik. Di benak pemerintah hanya dua kalimat yang bertentangan, rokok itu menyehatkan dan rokok itu mematikan.

Rokok

Menyehatkan, karena secara ekonomi sumbangan dari cukai melebihi pendapatan sektor lain, termasuk industri instraktif yang merusak lingkungan. Bahkan dari berbagai pendapatan yang diterima negara, industri hasil tembakau yang cenderung paling tertib memberikan pemasukkan ke kas negara. Alasan itu yang membuat pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menaikkan target cukai mencapai Rp149,8 triliun. Angka itu merupakan 10,01 dari total penerimaan pajak negara.

Rokok

Sebagai pembenaran, alasan menaikkan cukai itu dikarena alasan rokok itu mematikan. Dari dalih-dalih kesehatan digunakan oleh pemerintah untuk memberikan legistimasi atas setiap kali kenaikan tarif cukai rokok.

Beberapa orang yang dimintai keterangan oleh sorotgunungkidul.com menganggap alasan kesehatan untuk menaikkan tarif cukai terlihat berlebihan.

Rokok

“Orang mati gara-gara merokok jarang ditemukan,” kata Suwarto, warga Widoro Kulom, Desa Bunder, Patuk. Menurutnya alasan pemerintah selalu dipaksakan. Merokok dikatakan membikin udara tercemar. Tidak merokok untuk mengurangi polusi, sementara penghasil emisi terbesar adalah sepeda motor, mobil, juga mesin pabrik

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto