Lagi, Ratusan Ribu Bungkus Rokok Dimusnahkan

Sebanyak 3.759.320 batang rokok atau 192.150 bungkus rokok tanpa pita cukai dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Pekanbaru. Rokok sebanyak itu merupakan barang bukri hasil tangkapan tahun 2015 lalu dan telah ditetapkan sebagai milik negara serta telah disetujui untuk dimusnahkan.



Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor KPPBC TMP B Pekanbaru, Isja Bewirman usai pemusnaan. Menurutnya, rokok yang disita tersebut merupakan hasil selundupan dari beberapa daerah di Kepulauan Riau dan Pulau Jawa.



Dikatakannya, Pekanbaru merupakan target dari penyelundupan rokok tanpa pita cukai karena rokok jenis ini mendapatkan respon besar dari masyarakat. “harga rokok itu mayoritas dijual dengan harga 60 persen lebih murah sehingga dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat serta menyebabkan kerugian penerimaan pajak,” katanya.



Fakta ini bertentangan dengan pernyataan dari Hasbullah Thabrany, Kepala Pusat Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Indonesia yang mengatakan bahwa, “Kalau rokok dinaikkan dua kali lipat jadi Rp50 ribu, paling tidak ada tambahan dana Rp70 untuk bidang kesehatan.”



Bahwa kenaikkan harga rokok menjadi Rp50 ribu justru menimbulkan potensi kerugian negara. Karena, kenaikkan harga rokok akan memicu makin banyak pengusaha nakal mengeluarkan rokok tanpa pita cukai.

Ilustrasi gambar oleh: Eko Susanto