RATUSAN BUNGKUS ROKOK BODONG DI SUKOHARJO DISITA

Peredaran rokok ilegal marak di Sukoharjo. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo kembali mengamankan 383 bungkus rokok tanpa cukai dari toko kelontong dan grosir di wilayah Kecamatan Mendosari dan Sukoharjo.

Bungkus Rokok

Dari penyisiran yang dilakukan gabungan Kodim, Polres dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Surakarta pada awal Mei Lalu dua kecamatan tersebut, didapat secara rinci 328 bungkus rokok di Kecamatan Bendosari dan 55 bungkus rokok di Kecamatan Sukoharjo.

Ia menegaskan, berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan Permenkue 84/PMK.07/2008 tentang Cukai Hasil Tembakau, pengedar rokok tanpa cukai bisa dipidanakan 1-5 tahun atau denda 2-10 kali lipat dari nilai cukai.

Bungkus Rokok

“Dalam razia kami juga memberi penjelasan dan mekankan kepada para pedagang agar tidak menjual barang ilegal,” katanya.

Tetapi, tak sedikit pengusaha rokok yang bermain di ceruk ini karena desakan tarif cukai yang melonjak setiap tahunnya. Sehingga, marjin keuntungan oleh rokok ilegal bisa berlipat ganda.

Rokok

Kepala Satpol PP Sukoharjo mengatakan peredaran rokok bodong disinyalir banyak, terutama di daerah pinggiran atau wilayah-wilayah perbatasan. “Mereknya bermacam-macam dan desainnya mirip dengan rokok-rokok resmi atau legal. Ada merek elank, CC Mild, LA, Fel, n30, Johnson, Elang, dan Constity,” katanya.

Gambar ilustrasi oleh: Eko Susanto