Misteri 418.690 Orang Mati karena Rokok Setiap Tahunnya

Sejarah Rokok - Pernyataan bahwa “tembakau membunuh manusia dalam jumlah besar” (selain juga gambar bungkus rokok yang menyeramkan) merupakan senjata ampuh untuk menyebarkan ketakutan kepada masyarakat luas. Praktik kampanye memberikan gambaran seram supaya orang berhenti merokok begitu masif diedarkan. Padahal, data tersebut merupakan data menyesatkan dan dibuat tanpa landasan ilmiah yang kukuh.

orang merokok

Kampanye tersebut pertama kali dicetuskan oleh The Centers for Disease Control Prevention (CDC) melalui Morbidity and Mortality Weekly Report tertanggal 27 Agustus 1993. Menurut pernyataan CDC terdapat 418.690 orang Amerika tahun 1990 yang meninggal karena rokok.

Dua orang peneliti yang membokar kebohongan tersebut ialah Robert A Levy dan Rosalind B Marimont dalam artikel berjudul Lies, Damned Lies & 400.000 Smoking Relating Deaths yang terbit pada 1998.

sejarah rokok

Menurut mereka, angka kematian lebih dari 400.000 kematian premature di Amerika akibat rokok merupakan estimasi yang di-generated melalui suatu program computer SAMMEC (Smoking Associated Mortality, Morbidity, and Economic Cost). Dalam SAMMEC pengkategorian penyakit yang memiliki hubungan dengan rokok adalah jika risiko kematian bagi perokok melebihi risiko kematian untuk yang tidak merokok. Risiko relatif sekalipun, yang lebih besar dari 1 secara rasio disimpulkan menunjukkan hubungan antara rokok dengan kematian.

sejarah rokok

Mengenai rasio untuk penyimpulan CDC jelas melanggar ketentuan dari Federal Reference Manual of Scientific Evidence di mana menyatakan bahwa rasio di bawah 2 hasilnya tidak memadai untuk membuat kesimpulan.

Melalui SAMMEC ini telah terjadi pembesaran angka kematian akibat rokok yang mengada-ngada. Juga menempatkan rokok sebagai faktor tunggal penyebab kematian. Suatu kesimpulan yang akhirnya dipercaya tidak hanya di Amerika, tetapi juga di Indonesia. Sayangnya, kesimpulan ini berakibat fatal karena banyak orang akhirnya merasa sehat karena tidak merokok tapi justru tubuhnya digerogoti penyakit oleh sebab lain.

Foto oleh : Eko Susanto