Kisah Mantan Walikota jujur pinjam uang untuk beli rokok

Mungkin tak banyak yang kenal dengan Anwar Maksoem, tak heran, karena ia memang bukan tokoh yang populer. Tapi di Bukittinggi, nama Anwar Maksoem begitu dikenal oleh masyarakat. Ia adalah walokota Bukittinggi pada masa jabatan 1960-1967. Ia dikenal sebagai walikota yang jujur, rendah hati, dan doyan hidup sederhana. Bahkan selema manejbata sebagai walikota, kekayaannya tak pernah bertambah secara signifikan, berbeda dengan walikota-walikota di kota lain yang biasanya selalu bertambah pesat kekayaannya. Sebelum menjabat sebagai wakikota, Anwar Maksoem adalah seorang Inspektur Polisi.

sejarah rokok

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Walikota, Anwar Maksoem pun kembali ke kepolisian dan bertugas di Komdak Sumatera barat di Padang. Sebagai polisi yang dikenal jujur dan anti korupsi, kehidupan Anwar Maksoem pun tak semewah seperti polisi-polisi lainnya saat itu. Bahkan saking sederhananya, ia sampai pernah menjual tanda pangkat balok dari emas sebagai biaya kehidupan sehari-hari.

sejarah rokok

Kisah lain tentang kesederhanaan Komisaris polisi ini adalah kisah saat Anwar Maksoem terpaksa meminjam uang kepada salah satu anak buahnya yang bernama Ahmadsjah untuk membeli rokok sebesar Rp 25 rupiah. Ahmadsjah ini cuma pegawai sipil di Polda Sumbar.

sejarah rokok

"Mad ada uang Rp25? Bapak pinjam dulu," begitu kata Anwar.

Ahmadsjah menyangka bosnya bercanda. bagaimana mungkin, salah seorang petinggi di kepolisian, mantan Wali Kota mau pinjam uang Rp 25 hanya untuk beli rokok? "Bapak becanda ya?" balas Ahmad.

Anwar menggeleng. "Tidak, bapak benar-benar tidak punya uang,"

Maka Ahmad pun memberikan pinjaman Rp 25 dengan hati bingung. Tapi Inspektur Anwar cuek saja. Dia menikmati rokoknya dengan nikmat.

Foto oleh : Eko Susanto