Industri Farmasi Dibalik Genderang Perang Antirokok

Pada dekade 90-an, industri farmasi dunia mendapat tekanan dari publik. Hal ini dikarenakan teknik pemasaran yang memaksa. Praktik pemasaran yang memaksa tersebut dengan membuat kongkalingkong dengan dokter, si pembuat resep, dan masyarakat sebagai konsumen seringkali dirugikan. Konsumen sulit mencari alternatif obat, sehingga mau tak mau mesti menebus resep yang diberikan, berapa pun harganya.

bungkus rokok

Wacana publik lain yang mengecam industri farmasi yakni naiknya harga obat-obatan. Dan dunia kesehatan yang mulanya adalah pratik kemanusian, berubah menjadi bisnis yang bernilai besar.

Tak lama setelah tekanan kepada industri farmasi tersebut muncul pula wacana mengenai dampak kesehatan dari tembakau. Wacana hadir dan terus didorong bukan tanpa sebab, ada kecenderungan permainan industri farmasi dunia untuk mengelontorkan uang agar persoalan dampak kesehatan tembakau menjadi wacana yang masif.

rokok

Indikasi permainan ini terlihat jelas setelah perusahaan farmasi memberikan gelontoran dana untuk program antitembakau. Robert Wood Johnson Foundation (RWJF) memberikan program hibah untuk mendanai upaya-upaya antitembakau, setelah sebelumnya mereka menempatkan pengendalian tembakau sebagai program prioritas.

Dalam sebuah wawancara, Nancy J. Kaufman dari RWJF mengakui lembaganya giat memberikan hibah kepada para ekonom untuk mengembangkan formula perhitungan biaya sakit akibat rokok bagi program bantuan kesehatan negara, sehingga memungkinkan jaksa agung menggugat industri tembakau.

bungkus rokok

Langkah-langkah tersebut berhasil mengalihkan perhatian publik untuk sibuk dengan isu personal terkait persoalan rokok, dan melupakan akan isu sistematis terkait bobroknya dunia industri farmasi. Itu baru satu sisi, industri farmasi juga menempatkan diri sebagai ‘penolong’ dengan menyiapkan rancangan program pemulihan dampak kesehatan akibat tembakau dan rokok. Tapi, bila dihitung-hitung, praktik itu tak lepas dari bisnis kesehatan juga.

Foto oleh : Eko Susanto