Saat Komandan Kopassus lebih memilih 4 slop rokok daripada 100 butir peluru

Sejarah Rokok

Sejarah Rokok - Akan selalu ada kisah unik dibalik setiap peristiwa bersejarah, tak terkecuali dengan peristiwa misi penyerbuan lintas udara Dili (atau yang lebih dikenal dengan peristiwa Penerjunan Dili) tanggal 7 Desember 1975 yang lalu.

Peristiwa penyerbuan kota Dili dari jalur udara oleh Kopaasus (dulu Kopassandha) ini adalah untuk merebut kota Dili dari tangan pasuka Fretilin.

Operasi penyerbuan ini dinilai menjadi salah satu operasi penyerbuan paling menegangkan, betapa tidak, para pasukan Kopassus sudah harus diberondong tembakan darti bawah saat masih berada di bawah parasut.

Operasi penyerbuan ini dinilai cukup sukses, karena tiga target utama, yaitu bandara, pelabuhan, dan pusat pemerintahan berhasil dikuasai oleh tentara republik, kendatipun ada 13 prajurit yang gugur dan 7 prajurit luka-luka.

Sejarah Rokok

Nah, usut punya usut, dibalik operasi penyergapan ini, terselip satu kisah yang cukup unik dan menarik, yaitu cerita Komandan Nanggala V/Kopasandha Letkol Inf Soegito yang saat operasi penyergapan memilih meninggalkan 100 butir peluru dan menggantinya dengan empat slop rokok Gudang Garam. Hal ini sengaja ia lakukan karena ia memang seorang perokok berat.

Duuuh, ada-ada saja.

Sejarah Rokok

Foto oleh : Eko Susanto