1.000 Pabrik Rokok di Kudus Gulung Tikar Tahun Ini

Sejarah Rokok - Data pabrik rokok yang pada tahun 2014 berjumlah sekitar 1.300 perusahaan yang terdaftar di Kudus, Jawa Tengah. Dan tahun ini hanya tersisa 300 perusahaan saja. Artinya sebanyak 1.000 pabrik rokok tutup dalam setahun.

Hal itu pula yang terjadi di IHT Lingkungan Industri Kecil (LIK) Megawon Kecamatan Mejobo, Kudus, setiap tahunnya perusahaan yang ada di kawasan industri itu berkurang.

sejarah rokok

“Harga cukai rokok tiap tahunnya terus meningkat. Hal itu tidak masalah untuk pengusaha besar, namun untuk pengusaha kecil seperti kami, itu sangat pelik,” kata Rizki Budi, pengelola Perusahaan Rokok (PR) Sinta.

Menurutnya, salah sangka bila kenaikan harga pita cukai terus dinaikkan dengan harapan produk rokok yang beredar terbatas. Yang ada justru menjepit pengusaha rokok kecil.

Produk dari pabrik rokok Sinta milik Rizki Budi diproduksi tidak seperti umumnya. Waktu produksinya tidak setiap hari untuk menghemat biaya tenaga kerja. Jika ditaksir hanya 15 hari produksi dalam sebulan.



“Berdasarkan pesanan saja kami memproduksi rokok. Kalau tiap hari, tidak akan kuat karena khawatir tidak laku di pasaran,” katanya.

Rasa pesimis pemerintah akan mendukung perusahaan rokok golongan kecil pun diungkapkan Adi dari PR Lidho.



Dia mengatakan regulasi yang kelihatannya membantu perusahaan rokok namun kenyataannya bila dicermati ada kesan ingin memberangus. “Hal itu terlihat dalam hal kebijakan tarif cukai antara Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM),” kata dia.

Dalam hal itu, kata Adi, ada dua hal yang bertentangan. Jika memang merokok mengganggu kesehatan, maka sebaiknya dibuta kajian ilmiah yang mengatakan dampak positif dan negatif merokok.

Foto oleh : Eko Susanto