Rokok dan Tembakau dalam Budaya Masyarakat Lombok

Budaya Rokok - Rokok memang mempunyai kompleksitas yang teramat besar. Tak hanya sebagai komoditi ekonomi, rokok ternyata juga berkaitan erat dengan laku budaya Masyarakat di banyak daerah di Indonesia. Lombok salah satunya.

Gambar Rokok

Martadinata, seorang budayawan asal Lombok, berkisah tentang masa kanak-kanaknya yang tidak terpisahkan dari tembakau. Di desanya, orang berkebun tembakau rajang. Tembakau tradisional yang diolah dengan proses penjemuran matahari dan kemudian dirajang.

Di desanya pula, orang-orang akan berkumpul di pondokan untuk melakuan aktivitas pascapanen tembakau. Mereka bekerja sama, termasuk perempuan dan anak-anak yang terlibat dalam proses kerja. Aktivitas berkebun ini pula yang mengantarkan ia mencapai pendidikan tinggi dan sekarang menjadi dosen.

Budaya Rokok

Pria yang yang biasa dipanggil dengan panggilan Lalu Marta itu mengatakan bahwa sampai sekarang rokok tetap menjadi sarana penting dalam kebudayaan masyarakat Lombok. Ketika ada proses selamatan, rokok selalu disediakan tuan rumah bagi para tamunya. “Rokok yang disajikan dikeluarkan dari bungkus, dan diletakkan di gelas untuk kemudian setiap orang boleh diperkenankan mengambil,” katanya.

Dan dengan rokok yang yang tersaji itu, orang-orang yang hadir di acara selamatan akan berbincang sebelum dan sesudah doa-doa dipanjatkan.

Foto oleh : Eko Susanto