Perokok Lebih Kuat dan Cepat Sembuh dari Serangan Jantung dan Stroke


Kebiasaan merokok yang membuat seseorang lebih mampu bertahan terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (Cardiovaskular disease) atau ke otak (stroke). Itu sebabnya, perokok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat.

Penelitian lain menyebutkan karbon monoksida dapat mengurangi serangan jantung (Myocardinal infarction) dan stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu orang dari serangan jantung stroke.

Karbon monoksida menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya di pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan yang dekat antara karbon monksida dengan oksida nitrat yang menjaga pembuluh darah tetap melebar dan mencegah penumpukan sel darah putih.

Barubaru ini oksida nitrat telah ditingkatkan statusnya dari polutan udara biasa menjadi penghubung terpenting kedua secara internal. Oleh karena itu tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secaa paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dar cidera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung (Cardiovascullar blockage).

Sumber: The Carbon Monoxide Paradox dan Rokok Indonesia | Foto: Eko Susanto (Flickr)