Tentang Srintil, tembakau primadona itu



Tahukah Anda jenis tembakau apa yang paling mahal dan paling berkualitas seantero dunia? Masyarakat petani tembakau di lereng Gunung Sindoro-Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah menyebut tembakau fenomenal tersebut dengan sebutan Srithil. Dikenal sebagai primadona di kalangan petani tembakau, merupakan jenis tembakau lauk.

Masih ingat Tembakau srintil yang ada di bungkus rokok Jarum 76? Itu merupakan tembakau kelas satu yang hidup di dataran tinggi Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Harga 1 kg tembakau srintil bisa mencapai 300 ribu rupiah bahkan jutaan.

Tembakau Srintil adalah tembakau yang tumbuh begitu saja secara alami dan sampai detik ini belum ada peneliti yang bisa menemukan cara untuk membudidayakannya. Kemunculan Srintil dideteksi ada sejenis jamur yang tumbuh saat daun tembakau dari Temanggung belum dirajang. Jamur ini yang membuat kualitas tembakau menjadi bagus. Kualitas Srintil baru akan muncul setelah daun tembakau dimatangkan selama tiga hari.

Bakal kelihatan jamur kekuningan dan biasanya saat tembakau dalam kondisi seperti ini petani menyimpannya kembali selama 7-8 malam sebelum dirajang. Tembakau srintil berwarna coklat gelap, lembab, berbau harum dan kadar nikotinnya tinggi. Biasanya didapat pada akhir masa panen. Ciri-cirinya, daun itu berada dipucuk pohon (masa petik terakhir), berbentuk melengkung hampir keriting, dan susah dirajang.

Adapun media tanah yang mempengaruhi kemunculan tembakau srintil biasanya dari jenis tanah lincat yang teksturnya menyerupai tanah liat. Jenis tanah ini kerap menghasilkan srintil kualitas bagus.

Sumber foto: EnsiklopediaKretek.Com dan http://rokokindonesia.com/tentang-srintil-tembakau-primadona-itu/