Pramoedya Ananta Toer: Merokok adalah cara repat melawan lapar

Rokok Budaya


Di bawah sistem serba wajib di masa pendudukan Jepang di Indonesia, seluruh energi rakyat dikerahkan untuk pemenuhan kebutuhan perang. Mayoritas hasil pertanian rakyat di masa itu digunakan untuk menyokong bala tentara Jepang yang tengah berperang.

Rakyat hanya diizinkan memproduksi tembakau untuk keperluan rumah tangga. Akibatnya produksi tembakau dan cengkeh mengalami penurunan yang signifikan.

Tranformasi hubungan kekuasaan kolonial dan bangsa terperintah mempunyai makna baru di sini. Pramoedya Ananta Toer mengenang periode ini dalam pengantar buku Marx Hanusz, Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes secara bersahaja.

“Saya merokok jauh lebih banyak dari biasanya. Selama pendudukan Jepang, tidak mudah menemukan daun jagung untuk pembungkus rokok sehingga orang menggunakan segala jenis daun. Cengkeh sangat sulit ditemukan, dan kalaupun ada sangat mahal. Bahkan, ketika tidak ada makanan, saya terus merokok….. Merokok adalah cara tepat melawan lapar.”

Sumber: http://manfaatrokok.wordpress.com/2015/01/02/pramoedya-ananta-toer-merokok-adalah-cara-tepat-melawan-lapar/