Mild, rokok kegemaran anak muda Indonesia


Mulai era 80-an, telah hadir kebutuhan untuk menciptakan rokok kretek rendah tar dan nikotin. Litbang PT Djarum layak disebut sebagai pelopor, dengan produk temuannya Djarum Lights, kretek pertama rendah tar dan nikotin, pada 1986. Hanya saja jenis rokok kretek ini diperuntukkan untuk pasar Amerika Serikat.

Baru pada tahun 1988 HM Sampoerna memperkenalkan merk A “Mild”. Penemuannya tak lepas dari sosok Muhammad Warsianto, lulusan Teknologi dan Mekanisme Pertanian di Institut Pertanian Bogor –yang kelak lebih dikenal sebagai penemu rokok mild. Selanjutnya menyusul “Star Mild” (1995), “Clas Mild” (2003), dan lain-lain.

Mild, jenis kretek rendah tar dan nikotin, dengan ukuran batang kretek yang lebih kecil, dan citarasa ringan. Untuk menghasilkan sigaret jenis ini diperlukan modifikasi teknologi pengolahan dari filrasi (filter), perforasi (ventilasi), dan pemilihan tembakau tertentu.

Kadar tar dan nikotin-nya setaraf dengan beberapa rokok impor. Keunggulannya terletak pada kekhasan Indonesia, dengan perkawinan tembakau pilihan dan cengkeh. Jenis rokok ini sekarang telah berkembang pesat, dan menjadi kegemaran anak muda.


Sumber: