Gus Dur: Rokok tidak haram


Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengeluarkan kritik keras atas niat Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok. Gus Dur beranggapan fatwa tersebut akan menciptakan banyak pengangguran.
“Dengan adanya fatwa tersebut dapat membuat penggangguran semakin bertambah,” kata Gus Dur. Gus Dur menjelaskan, larangan haram yang akan digunakan sebagai dasar MUI untuk mengeluarkan fatwa dianggap tidak sesuai. “Karena MUI tidak melihat secara luas. Merokok itu tidak haram, melainkan sunah,” ujarnya.

Sebelumnya, pendapat senada diungkapkan Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. Menurutnya, hukum haram merokok justru akan lebih banyak dampak buruknya. Ia menjelaskan, tidak ada satu pun ulama di dunia, termasuk ulama Syiah, yang memfatwakan rokok dengan hukum haram. Hanya para ulama Wahabi yang memberikan hukum terhadap hal itu.

“Paling-paling mereka (ulama Wahabi) menghukumi makruh. Itu sudah paling keras,” tandas Kang Said. Dampak buruk lainnya jika rokok diharamkan adalah dari sisi ekonomi. Fatwa tersebut jelas akan “membunuh” para buruh pabrik rokok, juga para petani tembakau, yang kebanyakan mereka juga kalangan nahdliyin (warga NU). Selama ini rokok memang membawa manfaat secara ekonomi kepada para petani, buruh, dan jutaan orang lain yang bekerja di berbagai sektor.

Kang Said menduga, MUI tidak memperhatikan sisi tersebut. Ia pun berkesimpulan, rencana MUI yang akan mengharamkan rokok hanyalah bentuk ‘kelatahan’. “Saya melihat MUI sekarang sudah latah. Kayak enggak ada masalah yang lebih penting saja,” pungkasnya.

Rujukan: Nu.or.id // Sumber foto: Eko Susanto (Flickr)
Sumber: Rokok Indonesia