Rokok dan resolusi tahun baru

ROKOK INDONESIA


Situsweb Mojok.Co menulis “Berhenti Merokok” sebagai salah satu resolusi tahun baru yang lebih sering gagal. Konon resolusi ini paling serius ditulis oleh para perokok kelas menengah di Indonesia. Ada beberapa alasan terkait kegagalan resolusi berhenti merokok, berikut dua di antaranya:

Pertama, karena mereka mengangap merokok itu merugikan kesehatan. Efek dari pengetahuan keliru itu membuat mereka ingin meninggalkan merokok dengan cara ‘membenci’. Padahal sebaiknya, perlakukan saja rokok seperti makanan. Katakanlah sate, bila sedang pengen silakan dimakan, bila sedang tak berhasrat boleh ditinggalkan.

Kedua, tidak bisa membedakan antara ‘kecanduan’ dengan ‘kebiasaan’. Mereka tidak pernah belajar dari informasi termutakhir bahwa merokok itu kebiasaan. Mudahnya, kalau Anda sedang puasa, tidak ada masalah dengan merokok. Kalau Anda dalam penerbangan berbelas atau berpuluh jam, tidak ada masalah dengan tidak merokok. Ada perbedaan prinsip antara kecanduan dengan kebiasaan. Merokok itu sama saja dengan kebiasaan Anda minum kopi, ngemil, atau makan coklat.

Sumber foto: Eko Susanto (Flickr)
Artikel: http://rokokindonesia.com/rokok-dan-resolusi-tahun-baru/