Salah persepsi filter rokok



Filter adalah gabus atau busa penyaring dari kertas kisut, yang ditempatkan pada pangkal isap rokok. Tujuannya untuk meminimalkan kadar tar dan nikotin. Diciptakan oleh Boris Aivaz pada 1925, mulai populer dipakai setelah 1950-an. Di Indonesia pada era 1970-an.

Umumnya, filter hanya dipakai pada rokok dengan kategori sigaret kretek mesin (SKM). Di luar itu, seringkali terjadi salah persepsi, dengan menganggap filter sebagai pembeda antara jenis rokok. Rokok tanpa filter disebut kretek, dan non-kretek adalah yang menggunakan filter. Persepsi ini keliru. Sebab pembeda utama kretek dengan rokok ada pada campuran bahan baku.

Filter belum dapat diproduksi di Indonesia sehingga elemen ini salah satu dari sebagian kecil bahan kretek yang masih diimpor dari luar negeri.

Sumber: http://rokokindonesia.com/salah-persepsi-filter-rokok/