“Rokok Panitia”

“Silakan isap saja, ini rokok panitia, kok!” demikian sebuah kalimat yang kerap terlontar dalam sebuah acara kumpul-kumpul.

Sesuai dengan budaya pedesaan Indonesia, dalam sebuah hajatan, para tetangga atau sanak famili akan bergotong-royong membantu persiapan acara. Mulai dari urusan pasang tenda, sampai persoalan dapur. Biasanya sembari mengawal persiapan acara, para tetangga dan sanak famili juga bersilatuhrahmi mulai dari sekadar berbincang, bermain kartu, minum kopi, hingga menonton televisi. Di saat itulah aktivitas kebal-kebul asap rokok kretek akan turut meramaikan suasana.

Pada momen istilah “Rokok Panitia” kerap terdengar. “Rokok Panitia” merujuk pada rokok yang disediakan oleh tuan rumah, dalam sebuah hajatan biasanya lahiran, pernikahan, atau kematian. Atau terkadang karena nuansa guyub rukun, beberapa orang dalam momen seperti ini akan mengeluarkan rokoknya dan mendaulatnya sebagai “rokok panitia” –mempersilakannya untuk dinikmati ramai-ramai.

Bila di saat tertentu rokok habis, maka tak jarang akan muncul pertanyaan setengah menyindir, “rokok panitianya mana nich?”

Sumber: http://rokokindonesia.com/rokok-panitia/
Ilustrasi foto: Eko Susanto (flickr)/CC BY 2.0