Pesona Rokok Rara Mendut


“Tentu saja, karena rokok itu bekas kena bibirku dan telah leceh dengan air ludahku yang manis dan harum”
Rara Mendut

Kalimat di atas keluar dari bibir Rara Mendut. Kisahnya diperkirakan terjadi sekitar 1627, saat utusan Sultan Agung yang bernama Tumenggung Wiraguna berhasil menumpas pemberontakan di Pati. Rara Mendut merupakan putri boyongan persembahan penguasa Pati untuk Tumenggung Wiraguna.

Rara Mendut sedianya mendapat perlakuan istimewa, karena hendak dijadikan selir oleh Tumenggung Wiraguna. Namun, Rara Mendut menolak keistimewaan itu. Ia pun dihukum harus membayar pajak yang luar biasa tingginya. Untuk melunasi pajak, Rara Mendut berdagang tembakau sompok dari Imogiri, daun klobot, serta bumbu-bumbu. Alkisah pakaian, perhiasan, paras, serta wangi Rara Mendut menjadi bius bagi khalayak. Konon saat hendak berangkat berjualan, terjadi konvoi yang mengikuti Rara Mendut sang penjual rokok. Kutipan di atas merupakan penjelasan Rara Mendut tentang laris manisnya rokok dagangannya.

http://rokokindonesia.com/pesona-rokok-rara-mendut/