Empat Alasan Rokok Tidak Haram



Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak sepakat dengan kampanye antirokok yang digalakkan oleh Kemenkes. Para kiai NU pun telah sepakat untuk memperbolehkan pengikutnya menghisap rokok. Berikut empat alasan PBNU tak mau haramkan rokok hingga kiamat seperti dirangkum Merdeka.

Rokok tidak bahaya
Staf dewan halal PBNU, Kiai Arwani Faisal mengatakan penetapan rokok tidak berbahaya sudah diperhitungkan masak-masak ketika muktamar NU. Bahkan ada dalil agama yang membenarkan kalau rokok ini tidak terlalu berbahaya sehingga hukumnya mubah. “Harus dilihat kadarnya. Kalau Ma’syadahnya (kerugian) besar hukumnya haram. Rokok kan sekali hisap tidak langsung pingsan,” katanya.

Merokok, kiai sepuh NU masih panjang umur
Sebagai perokok aktif, para pembesar NU mengkritik kampanye antirokok yang digalakkan Kemenkes. “Ulama NU bilang enggak haram. Karena puluhan tahun merokok sehat-sehat saja. Kan tingkat bahayanya dilihat,” jelas Staf dewan halal PBNU, KH. Arwani Faisal.

Rokok tidak haram
PBNU tidak mendukung kampanye Kemenkes untuk menekan angka perokok di Indonesia. “Rokok itu mubah, sampai kiamat ulama NU ga akan mengharamkan rokok. Untuk penderita jantung rokok haram. Tapi kalau rokok bikin semangat enggak haram lagi,” katanya sambil tertawa.

Rokok kretek sehat
NU juga menggalakkan rokok kretek. “Rokok ini (kretek) bermanfaat untuk kita yang berbahan alami. Yang alamiah selalu lebih baik. Alam itu baik untuk manusia tinggal pengetahuan kita.” jelas Profesor Universitas Brawijaya, Sutiman. “Ini kan dari bahan alami dan kalau dibakar elemen pecah sendiri. Kalau daun dia enggak berbahaya. Menurut saya komponen (kimia) semakin sedikit semakin sehat,” tuturnya.