Jusuf Kalla Susah Naikkan Cukai Rokok Karena Bersentuhan Langsung Dengan Petani

Dalam kesempatan di seminar dan diskusi soal “PEMBIAYAAN YANG BERKELANJUTAN UNTUK JAMINAN KESEHATAN NASIONAL, MENUJU UNIVERSAL HEALTH COVERAGE DI INDONESIA” di Auditorium CSIS, Jakarta, Kamis lalu, 17 Januari 2019, Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla berbicara soal cukai rokok.

pabrik rokok

Menurut beliau, Pemerintah mengambil keputusan tidak menaikkan harga cukai rokok karena banyak pertimbangan. Salah satunya dari para petani-petani tembakau dari seluruh Indonesia. Juga banyak suara keberatan jika harga cukai rokok dinaikkan di tahun ini. Hal ini dikarenakan masih banyak industri rokok kelas kecil dan menengah yang berjuang bertahan hidup dari rokok.

penjual tembakau

Para petani tembakau juga demikian. Harga tembakau yang tak stabil, iklim yang tak bisa ditebak, banyak memengaruhi panen dan kualitas tembakau yang dihasilkan. Melihat fakta-fakta ini, Pemerintah akhirnya sepakat untuk tak menaikkan harga cukai rokok.

rokok

“Memang tahun lalu ada rencana untuk menaikkan pajak rokok, tapi agak tertunda. Sekali lagi kalau dinaikkan yang protes itu petani tembakau,” kata Jusuf Kalla.

rokok

Langkah pemerintah ini tentu layak untuk diapresiasi. Produksi tembakau dari petani, harus lebih baik lagi. Industri-industri kecil dan menengah harus bisa hidup dan terus tumbuh. Produksi rokok juga harus dijaga kualitas serta kuantitasnya. Peredaran rokok ilegal harus diberantas, agar penerimaan cukai rokok untuk Negara tercapai targetnya untuk APBN.




Kisah Mujiati, Perajin Rokok Klobot Sejak Puluhan Tahun Lalu

Sejarah panjang kretek di Indonesia tak bisa dilepaskan dari tangan-tangan buruh linting. Buruh linting rokok hampir selalu menjadi senjata utama bagi para pabrik rokok. Kebanyakan buruh-buruh linting rokok di Indonesia adalah perempuan. Maklum saja, perempuan memang cenderung lebih cekatan, terampil dan teliti saat melinting rokok.

orang merokok

Salah satu produk lintingan asli Indonesia adalah Klobot. Rokok ini dihasilkan dari tembakau pilihan dan dibungkus dengan kertas dari jagung. Klobot adalah rokok asli nusantara yang bertahun-tahun lalu sudah diciptakan secara tak sengaja oleh leluhur kita. Klobot masih ada dan terus diproduksi sampai sekarang. Namun, jumlahnya terus menurun drastis seiring dengan makin turunnya jumlah orang yang menghisap rokok klobot.

Sekarang, rokok klobot saat ini hanya bisa didapatkan di warung-warung tertentu saja, seperti warung khusus tembakau linting, atau warung-warung jamu.

rokok klobot

Pabrik rokok yang masih memproduksi rokok klobot pun jumlahnya tak banyak. Salah satu pabrik yang masih memproduksi rokok klobot adalah pabrik rokok OEPET yang ada di Malang.

Pabrik rokok ini sudah berdiri sejak lama. Rokok klobot menjadi salah satu spesialisasi pabrik rokok ini.

Mujiati, seorang perempuan baya berusia 68 tahun merupakan salah satu karyawan linting yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di pabrik rokok klobot OEPET.

Mujiati mengaku sudah menjadi buruh linting sejak ia masih berusia 18 tahun.

rokok klobot

Pengalaman panjang dan jam terbang yang sangat tinggi membuat dirinya begitu piawai dan ahli dalam melinting klobot. Tangannya cekatan membungkus dan melinting klobot bermerk OEPET. Sebanyak sepuluh batang klobot ia linting dengan cepat, membentuk kerucut, di mana bagian filternya lebih runcing dari bagian yang dibakar.

Setiap sepuluh batang klobot yang ia linting akan langsung dimasukkan dalam satu bungkus OEPET, dan seterusnya hingga mendapatkan satu pres. Ia pun melanjutkan melinting 25 bungkus yang nantinya akan dibungkus besar dalam kemasan satu bal.

rokok klobot

Mujiati menjadi satu dari sekian banyak buruh linting yang masih mengandalkan penghidupan dari rokok.

Entah akan sampai berapa tahun lagi ia, dan juga orang-orang seperti dirinya bisa bertahan. Di tengah gempuran mesin linting otomatis, orang-orang seperti Mujiati hanya bisa menunggu waktu sampai ia tak dibutuhkan lagi untuk melinting rokok.




Richard Overton, Veteran Panjang Umur yang Tetap Aktif Merokok

Umur panjang banyak diidamkan semua orang. Banyak cara dilakukan agar usia hidup semakin panjang. Salah saru upaya untuk memperoleh usia panjang adalah menjauhi rokok sebab ia dianggap sebagai biang penyakit. Namun, hal tersebut tampaknya tak berlaku bagi Richars Overton, seorang manusia panjang umur berumur 112 tahun ini.

Richard Overton

Richard Overton adalah seorang veteran perang pejuang Perang Dunia ke-2. Ia mendaftar ketentaraan pada tahun 1942 sebagai penembak jitu. Ia pernah bertugas di Pearl Harbor dan menjadi salah satu saksi saat kapal perang itu terbakar akibat Perang Dunia ke-2. Setelah menyelesaikan tugas tentaranya, ia kembali ke kota asalnya, di Austin, Texas.

Ia pun memulai kehidupannya dengan berbisnis furniture dan sempat juga bekerja di Departemen Keuangan di Texas. Ia tak punya kiat-kiat khusus tentang menjaga tubuhnya agar selalu sehat dan bisa tetap beraktivitas. Bahkan pola dan gaya hidupnya cukup nyeleneh.

Banyak media luar negeri yang mewawancarai soal pola dan gaya hidupnya sehingga bisa berumur Panjang. Overton pernah diwawancara oleh CNN dan USA Today. Kepada CNN ia menjelaskan, setiap pagi sehabis bangun tidur langsung merokok. Ia akan duduk-duduk di teras rumahnya dan menghabiskan berbatang-batang rokok. Ia juga menikmati cerutu.

Richard Overton

rokok dan kopi

rokok dan kopi

Richard Overton bahkan masih meminum whisky dan kopi saat usianya 107 tahun. Kadang ia mencampur whisky ke dalam kopi, kadang meminumnya satu-persatu.

Saking terkenal dan lamanya ia tinggal di kota asalnya di Austin Texas, pemerintah kota tersebut sampai memberikan penghargaan kepada Richard Overton. Salah satu jalan di Austin diubah Namanya menjadi Richard Overton Avenue.

rokok

Dari kisah ini, siapa yang bisa menebak umur seseorang dari apa yang sudah dilakukannya sepanjang hidup. Richard Overton membuktikannya sendiri, bahwa rokok, alkohol dan makanan manis bukanlah sumber atau biang penyakit yang mampu menyebabkan kematian.




Jawaban Kiai Khoirul Mustajab Banyuwangi tentang Perokok Pasif

Yang namanya kiai, terlebih yang sudah masyhur selalu saja punya jawaban yang menarik ketika ditanya. Hal itu pula yang ada pada diri Kiai Khoirul Mustajab. Kiai kondang asal Banyuwangi tersebut pernah punya kisah tentang dirinya saat ditanya tentang kebiasaannya merokok.

Kiai Khoirul Mustajab memang dikenal sebagai perokok berat, tak heran jika kemudian banyak orang yang bertanya tentang kebiasaannya menghisap rokok ini.

rokok

Suatu ketika, dirinya ditanya oleh seseorang. “Kiai, kok njenengan ini rokoknya ngebut banget, apa tidak sesak dada njenengan?”

Ditanya demikian, Kiai Khoirul menjawab santai.

“kalau sudah biasa ya nggak lah, kalau belum terbiasa pasti akan mati,” jawab Kiai Khoirul sambil tersenyum.

rokok

Seakan belum puas dengan jawaban Kiai Khoirul, orang tersebut kemudian bertanya lagi.

“Kata kebanyakan orang, dari pada uangnya dibelikan rokok, bukankah lebih baik dibelikan yang lain atau ditabung saja Kyai?”

Lagi-lagi, Kiai Khoirul punya jawaban yang menarik.

“itu kan pendapat orang yang tidak merokok Mas, kalau bagi yang merokok yo gak kiro ngunu hehe. Allah itu memberikan rizki pada masing-masing makhluknya itu tidak sama Mas, ada yang cukup hanya membeli beras saja dan ada yang cukup membeli beras dan rokoknya juga hehe, mungkin saya golongan yang kedua ini Mas, soalnya selama saya merokok dapur saya juga ngebul kok.”

rokok

Kiai Khoirul kemudian menjelaskan tentang etika merokok.

“Yang penting jangan merokok disembarang tempat Mas, saya memang perokok berat mulai saat di pesantren, tapi saya gak suka merokok ditempat teman-teman yang gak suka rokok’an meski mereka baik-baik saja, saya tidak merokok disana gak enak Mas, saya juga tergolong perokok yang pasif lo Mas,” tambah Kiai Khoirul.

“Lo kok bisa perokok pasif Kyai?” Kata si penanya.

“Lah iya, saya kalau merokok sambil jalan-jalan itu gak enak alias gak bisa menikmati Mas, jadi kalau saya merokok itu ya begini, sambil duduk dan ngopi hehe, itu kan pasif namanya” jawab Kiai Khoirul yang kemudian langsung dibalas tawa.




Belajar Tentang Perda KTR dari Surabaya

Dalam beberapa tahun terakhir, Perda KTR menjadi salah satu perda yang banyak digodok oleh beberapa kota dan kabupaten di Indonesia. Perda ini dianggap sebagai solusi pintas untuk mengurangi konsumsi rokok, utamanya untuk anak-anak di bawah umur.

Dalam urusan perda KTR, Bogor kerap menjadi kota yang menjadi rujukan bagi banyak daerah. Maklum, sebab Bogor memang menjadi kota yang mengawali tren Perda KTR ini.

orang merokok

Sayang, penerapan Perda KTR di Bogor nyatanya justru menyalahi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Seperti diketahui, peraturan daerah KTR yang dikeluarkan harus tidak bertentangan dengan UU 36 Tahun 2009 dan PP 109 Tahun 2012. Acuan ini tak boleh dilanggar, namun Kota Bogor melakukan Perda KTR yang melarang pemajangan rokok di display toko-toko ritel dan pasar-pasar tradisional. Rokok harus ditutup dengan kain dan ditulis produk untuk 18 tahun keatas. Padahal kita sama-sama tahu dalam produk rokok aturan penggunaan produk tersebut sudah dicantumkan. Penggunaan penutup dengan tirai atau kain pada display produk rokok bisa mematikan para pengusaha toko ritel karena produknya menjadi susah laku.

orang merokok

Kedua, Kota Bogor, dan juga beberapa daerah lainnya masih kurang membuat ruang khusus untuk merokok.

Perlu diketahui bahwa aktivitas merokok adalah legal dan dilindungi oleh Undang-Undang. Jadi peraturan soal KTR di beberapa daerah tersebut tak adil bagi para perokok. KTR boleh diberlakukan jika sudah ada penyediaan ruang merokok yang memadahi.

Dalam hal ini, rasanya banyak daerah yang seharusnya belajar banyak dari Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya boleh dibilang cukup baik dalam menerapkan KTR.

kopi dan rokok

Salah satu yang dilakukan Ibu Risma sebagai walikota di Surabaya adalah menambah kawasan-kawasan merokok. Ia juga melengkapi Kawasan tersebut dengan fasilitas-fasilitas bagi perokok, seperti tempat pembuangan puntung rokok. Ia ingin menjadikan Surabaya kota bersih, baik dari polusi kendaraan dengan memperbanyak taman dan tumbuhan hijau, beliau juga koncern terhadap sampah.

Hal-hal kecil seperti inilah yang seharusnya bisa dijadikan contoh di kota ataupun daerah lainnya di Indonesia untuk menerapkan aturan KTR.




Bea Cukai Kudus Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal Hasil Penyitaan Selama Setahun

Sepanjang tahun 2018, Bea Cukai Kudus telah melakukan 71 penindakan terhadap rokok ilegal.  Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 21,6 juta batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp16,05 miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp12,99 miliar.

bungkus rokok

bungkus rokok

Penindakan rokok ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai Kudus ini mengalami peningkatan cukup baik, hal ini seiring dengan jumlah peredaran rokok ilegal kian meningkat. Aktivitas penindakan rokok ilegal ini membantu negara untuk memaksimalkan pendapatannya dari sektor barang dan produk bercukai resmi.

rokok

Jumlah jutaan rokok ilegal tersebut dikumpulkan selama satu tahun dari aktivitas penindakan oleh Bea Cukai Kudus itu kemudian dimusnahkan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Iman Prayitno mengungkapkan pemusnahan dilakukan sebagai tindak lanjut penanganan barang bukti hasil penindakan yang telah ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN).

rokok

Cara pemusnahan rokok ilegal yang terkumpul ini dipilih dengan cara menimbun. Tidak dibakar, karena jumlahnya cukup banyak.

Jutaan batang rokok ilegal yang hendak ditimbun tersebut, diangkut ke TPA Tanjungrejo menggunakan 10 truk yang diberangkatkan secara simbolis dari halaman KPPBC Tipe Madya Kudus.

Rokok ilegal ditimbun dan disiram dengan air comberan agar tidak dipungut oleh pemulung atau pihak-pihak lain yang ingin mencari keuntungan dari barang sitaan ini. Baru kemudian ditutup timbunan tersebut dengan menggunakan alat berat.

Barang-barang yang ikut dimusnahkan bersamaan jutaan batang rokok, ada 28 buah alat pemanas, delapan rol kertas CTP (Cigarette Typping Paper), 132 kilogram kertas etiket (bungkus rokok), 37.724 keping pita cukai diduga palsu.




Festival Nyethe, Ajang Menikmati Rokok dan Kopi

Komunitas Ayo Ngopi atau yang akrab disapa Angop di Kabupaten Bojonegoro akan menggelar kegiatan Festival Nyethe.

Nyethe merupakan ajang kreasi dan inovasi dari ampas kopi. Ampas kopi tersebut biasanya digunakan untuk membatik sebatang rokok sebelum dihisap. Sehingga menambah nikmat menghisap rokok.

rokok

Festival Nyethe akan diselenggarakan di halaman gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Jalan Veteran Bojonegoro, pada hari Sabtu, 15 Desember 2018 mendatang.

Festival Nyethe ini dibuka untuk umum, tujuannya untuk melestarikan seni budaya dan alam. Juga merekatkan persaudaraan antar pemuda yang kritis dan nyeni.

nyethe

Menurut Maimun salah satu anggota Komunitas Ayo Ngopi (Angop), yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah keprihatinan perilaku pemuda era kini yang mulai bersikap pragmatis, instan, karena kebanyakan mengonsumsi media sosial atau internet tanpa ada filterisasi. Akibatnya, mereka lupa, tidak memikirkan seninya berproses untuk hasil karya seni yang bermanfaat.

orang merokok

“Budaya corat-coret yang selama ini dikonotasikan negatif, harus dipermak menarik dan dibuktikan bahwa corat-coret adalah bagian dari aktivitas seni,” ungkapnya.

Budaya nyethe ini sudah melekat kepada penikmat kopi di Bojonegoro. Sebagian mereka juga menyebut dengan “bolot”. Selain itu, agenda ini juga bagian dari promosi batik khas Kabupaten Bojonegoro. Sebab, Bojonegoro memiliki khazanah budaya berupa batik Jonegoroan.

rokok dan kopi

“Untuk pendaftaran lomba nyethe sebesar Rp15.000. Peserta nantinya akan mendapatkan secangkir kopi, dua batang rokok, dan peralatan untuk nyethe. Untuk motifnya bebas dan durasi membatik rokok dibatasi sekitar 2,5 jam.

Dalam Festival ini, akan dimeriahkan pula dengan pertunjukan musik, pertunjukan stand up comedy, serta ada pula diskusi tentang kopi.