Mengenal Tembakau Gorila: Tembakau yang Bisa Mengantarkanmu ke Penjara

Produk olahan tembakau memang banyak dan beraneka ragam. Selama ini, orang-orang hanya familiar dengan pemanfaatan tembakau sebagai olahan rokok dan cerutu. Padahal selain dua jenis olahan tersebut, tembakau juga bisa diolah menjadi produk olahan lain.

tembakau

Tak banyak yang tahu, jika tembakau bisa diolah menjadi obat-obatan. Selain itu, ia juga bisa diolah dan digunakan sebagai insektisida alami. Jadi tembakau sejatinya bukan hanya soal rokok semata.

rokok

Nah, namun, seiiring berkembangnya teknologi, tembakau yang selama ini digunakan sebagai olahan produk legal, ternyata bisa juga disalahgunakan sebagai bahan olahan produk yang terlarang. Tembakau gorila, salah satunya.

Tembakau gorila bukanlah tembakau biasa. Alih-alih rileks, orang yang menghisapnya bisa masuk penjara.

Tembakau gorila secara resmi dimasukkan ke dalam jenis narkotika golongan I, bukan karena jenis tembakau yang digunakan, melainkan karena ada tambahan lain di dalamnya, yakni zat tambahan yang membuat penggunanya berhalusinasi, mendapatkan rasa gembira berlebihan, hingga mengalami ketergantungan.

tembakau gorila

Cara penggunaan narkotika jenis ini yakni dengan dicampur dengan tembakau dan kemudian dibakar. Setelah menghisap jenis tembakau gorilla konon pengonsumsinya akan mendapatkan sensasi seperti sedang menggendong gorila. Demikian narkoba jenis ini kemudian dikenal dengan nama tembakau gorilla.

“Kalau hanya tembakau saja tidak ada masalah, tetapi ini tembakau dicampur dengan 5-flouro ADB, sejenis ganja sintesis yang membuat ‘gorila’ nemplok di pundak, nge-fly,” kata Direktur Narkoba Polda Metri Jaya Kombes Pol Nico Afinta seperti dikutip detikcom.

Ok, jangan salah mengonsumsi ya.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto




Papan Selancar dari 10.000 Puntung Rokok

Taylor Lane, seorang peselancar asal California baru-baru ini memenangkan kontes kreasi papan selancar. Ia memenangkan kontes tersebut setelah berhasil membuat sebuah papan selancar menggunakan 10.000 puntung rokok.

papan seluncur puntung rokok

Kontes papan tersebut bernama Creators & Innovators Upcycle Contest, yang diselenggarakan lembaga nirlaba Surfrider Foundation dan salah satu apparel selancar.

Papan selancar bikinan Taylor Lane ini dipilih karena selain kreatif, ia juga membawa pesan terkait sampah polutif di pantai California.

papan seluncur puntung rokok

Maklum saja, selama ini, kesadaran para perokok untuk membuang punting rokok pada tempatnya memang masih sangat kurang. Beberapa bahkan dengan sembarangan membuangnya ke pantai.

rokok

Hal itulah yang kemudian membuat Taylor Lane tergerak untuk membuat papan selancar ini. Selain sebagai sebuah kreasi, papan selancar tersebut juga diharapkan bisa mengajak para perokok untuk disiplin dan teratur dalam membuang punting rokok pada tempatnya.

rokok

Merokok boleh saja, karena itu adalah hak, namun jangan sampai menyusahkan orang lain dengan sisa sampah puntungnya.
Setuju?

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Gappri Keberatan Cukai Rokok Naik

Rencana pemerintah mengerek tarif cukai rokok sebesar 10,04% mendapat tantangan dari pelaku industri tembakau. Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) menilai rencana pemerintah tersebut dapat memberatkan pelaku industri tembakau.

rokok

Pelaku industri tembakau menunjukkan sinyal keberatan jika tarif cukai rokok harus naik hingga mencapai 10,04%. Kenaikan tarif cukai tersebut berdampak kepada penurunan produktivitas rokok para pelaku industri rokok lokal hingga 3%. Industri lokal yang tahun lalu mampu memproduksi 342 miliar batang rokok, mengalami penurunan pada angka 237 miliar batang hingga hampir akhir tahun 2017 ini.

rokok

Menurut, Sekjen Gappri, Hasan Aoni, hingga September ini pendapatan yang berasal dari cukai hasil tembakau (CHT) baru Rp 77,89 triliun atau 52,79% dari target APBN CHT yang dipatok Rp 147,54 triliun.

rokok

Dari indikasi ini, pertanyaan yang muncul adalah: apakah marjin tersebut bisa ditutupi dibanding kenaikan tarif, sedangkan produktivitas menurun hingga 3%. Daya beli masyarakat yang turun adalah tantangan nyata dalam sektor industri.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Tips Membuang Puntung Rokok Secara Aman

Puntung rokok bisa jadi sumber masalah, mulai dari masalah kebersihan sampai ke tingkat yang berisiko tinggi yakni kebakaran. Itulah sebabnya, kalian sebagai perokok sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini supaya puntung rokokmu tidak membahayakan:

Pastikan Bara Api Mati Sebelum Membuang Puntung Rokok

Api sekecil apapun bisa menjadi faktor penyebab kebakaran. Demikian pula api dari puntung rokokmu. Jadi sebelum membuang puntung rokok, pastikan bara api di ujungnya benar-benar mati.

rokok

Buang di Asbak

Asbak, benda sederhana ini kebanyakan telah dibuat dari bahan baku yang tahan terhadap api. Dengan membuang puntung rokok di asbak selain membuat ruangan lebih bersih juga menghindari dari risiko kebakaran. Karena bahan baku asbak yang lebih tahan api membuat api dari puntung rokok akan terisolasi.

orang merokok

Kumpulkan dan Buang di Tempat Sampah

Jika sudah dibuang di asbak dan sudah dipastikan tak ada bara yang menyala, bungkus dengan kertas atau plastik kemudian buang ke tempat sampah. jangan disebar di halaman atau di jalanan. Ingat, fungsi asbak bukan sekadar untuk mematikan bara, tapi juga sebagai pemberhentian puntung sementara sebelum dibuang ke tempat sampah.

orang merokok

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Cegah Kenaikan Harga Rokok, Disperin Kota Malang Kirim Surat Protes Kepada Sri Mulyani

Target penerimaan cukai yang dipatok sebesar Rp155,4 triliun dalam RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2018 menuai protes. Dari target tersebut, penerimaan cukai hasil tembakau mendominasi yakni sebesar Rp148,23 triliun. Peningkatan target penerimaan negara ini adalah sinyal terjadi kenaikan tarif cukai yang akan diketok pemerintah dan diterapkan pada 2018.

rokok

Protes atas kebijakan peningkatan target penerimaan cukai itu berdatangan. Salah satunya dari Kota Malang sebagai sentra industri rokok. Atas keberatan ini, Kepala Disperindag Kota Malang, Subhan melayangkan surat keberatan atas kenaikan target penerimaan cukai rokok tahun depan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Peningkatan target penerimaan cukai berarti peningkatan tarif cukai, itu artinya akan ada pabrik rokok di Kota Malang yang bakal tutup lagi.

Imbas dari kenaikan tarif cukai bagi pabrik rokok di Kota Malang bisa langsung dirasakan. Daerah ini adalah salah satu daerah yang roda perekonomiannya digerakkan oleh menjamurnya industri rokok. Tetapi karena kenaikan cukai yang mencekik, selalu ada pabrik yang gulung tikar setiap tahunnya.

rokok

Pukulan terparah dirasakan pada 2011-2012 ketika kenaikan cukai sekitar 10 persen dan setelahnya puluhan pabrik rokok tumbang secara bersamaan. Padahal data 2009 silam tercatat jumlah pabrik rokok yang terdaftar sejumlah 150 pabrik rokok, sedangkan sekarang hanya tersisa 35 pabrik yang bertahan.

Dalam suratnya kepada Sri Mulyani tersebut, Subhan meminta untuk mempertimbangkan lagi target penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau. Agar pabrik rokok bisa ‘bernapas’ lebih panjang dan yang terpenting menyelamatkan sekitar 20 ribu karyawan dari pemecatan.

Selain dari tenaga kerja, sumbangsih industri hasil tembakau di Kota Malang juga memberikan pendapatan dari DBHCHT yang cukup besar pada 2016, angkanya mencapai Rp62,5 miliar.

rokok

Bila pabrik rokok yang ada bertumbangan, Pemkot Malang tidak hanya menanggung beban pengangguran, lebih dari itu, sumber pendapatan lain dari DBHCHT cukai juga akan berkurang.

Subhan menegaskan bahwa keberadaan industri hasil tembakau harus dilihat dari banyak sisi, tidak hanya dari penerimaan yang langsung diterima negara melalui cukai hasil tembakau dan dibenarkan dengan dukungan kelompok anti tembakau yang ingin mengurangi jumlah perokok.

rokok

Harus dipertimbangkan juga ada pekerja atau buruh rokok, ada petani tembakau, petani cengkeh, buruh tani, dan sejumlah pekerjaan lain yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan industri hasil tembakau. Itu semua menyerap tenaga kerja. Ada satu saja pabrik rokok yang tutup, dampaknya akan banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Rokok Djolali: Rokok Klasik dengan Kemasan Bergambar Wajah Pembuatnya

Djolali dalam bahasa Jawa berarti jangan lupa. Nama itu pula yang digunakan oleh salah satu produsen rokok asal Muntilan, Jawa Tengah. Rokok Djolali ini sampai sekarang tetap mempertahankan kemasan lama yang khas di era 70 dan 80-an.

rokok djolali

Desain khas tersebut semakin terlihat lawas sebab warnanya pun agak buram, barangkali karena kemasan dicetak dengan teknologi lawas pula. Sebagai identitas merek rokok ini ada wajah di dalam kemasan yang merupakan pembuat dari rokok Djolali yakni Pak Bustam.

rokok djolali

Selain kemasan, rokok ini juga mempertahankan sistem pembuatan rokok dengan cara linting. Harga untuk setiap satu bungkus rokok Djolali dengan isi 10 batang diberi banderol Rp13,000 per bungkusnya.

rokok djolali

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Hitung-Hitungan Gubernur Irwandi Yusuf Tentang Rokok Bikin Miskin Dianggap sebagai Upaya Lari dari Tanggung Jawab Sejahterahkan Rakyat

Pernyataan yang pertama kali dikeluarkan oleh Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan, bahwa tingginya tingkat konsumsi rokok menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kemiskinan di Aceh menjadi topik hangat yang dibicarakan rakyat Aceh.

Apalagi, beberapa saat setelah pernyataan itu keluar, kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Irwandi Yusuf yang merilis hitung-hitungan “Tentang Rokok Bikin Miskin” yang diposting di akun Facebook-nya.

bungkus rokok

Dengan menggunakan ilustrasi, Irwandi Yusuf mengambarkan satu keluarga yang terdiri dari 5 orang. Suami (kepala keluarga), istri dan 3 orang anak.

“Yang cari duit suami. Duit yang jarus dicari adalah Rp 14.000/hari.jiwa (Standar minimum).”

Total harus ada duit per hari adalah 5x14000 = Rp 70.000.

Biasanya upah buruh adalah antara Rp 50.000 sd Rp 75.000. Kita pasang Rp 75.000 saja.

Si suami perokok. Biasanya si perokok menghabiskan sedikitnya 2 bungkus rokok/hari. Harga rokok rata2 Rp 20.000/bungkus = Rp 40.000/hari.

Sisa penghasilan keluarga setelah membeli rokok adalah Rp 75.000 – 40.000 = Rp 35.000/ hari/

Jatah per orang perhari tinggal Rp35000/5 = Rp 7.500. Ini JELAS MISKIN.

Jika suami hanya isap rokok 1 bungkus/hari maka sisa penghasilan keluarga adalah Rp 55.000. Jatah.orang tinggal Rp 11.000. Gak cukup standar.

ROKOK MEMANG BIKIN MISKIN.

Makanya, gunakan yang dilindungi oleh rambut itu sebelum menghujat ide.


Namun, lontaran tersebut justru membuat banyak rakyat Aceh menimpali dengan pertanyaan kritis, seperti halnya yang dilontarkan oleh Syardani M. Syarif (Teungku Jamaica), “ada berapa rokok yang dibelikan oleh Pemerintah Aceh setiap hari dibagikan untuk orang miskin?”

Tentu saja tidak ada. Sebab merokok adalah hak individu, baik orang kaya maupun miskin membeli rokok dari uang hasil keringatnya sendiri. Tidak ada hak Pemerintah Aceh mencampuri urusan rakyat membeli rokok.

rokok

Teungku Jamaica mengingatkan, “Gubernur sebagai penguasa terhadap Anggaran dan Kebijakan Pemerintah Aceh, bisa membuat program apapun dari A-Z untuk mensejahterakan rakyat Aceh dan keluar dari kemiskinan. Ini adalah Tugas dan Kewajiban Utama Pemerintah Aceh.”

Data menunjukkan, selama 10 tahun (2008-2017), Aceh telah menerima Dana Otonomi Khusus sebesar Rp 59,87 triliun. Total Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) mencapai Rp 13-14 triliun per tahun.

“Dari jumlah dana tersebut yang sangat fantastis itu, ada berapa rupiah dana tersentuh untuk program mensejahterakan rakyat Aceh terutama orang miskin?” lanjutnya.

rokok

Pemerintah Aceh yang menyalakan rokok menjadi miskin karena mengisap rokok tidak sepatutnya dilakukan, terlebih ditengah kenyataan bahwa rakyat Aceh tetap miskin di saat uang melimpah.

“Ini adalah suatu kebodohan publik yang tidak bisa diterima akal sehat,” kata Teungku Jamaica.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto