Kisah Hukum Rokok ala Mbah Kholil Bangkalan Madura dan Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan

Ada banyak cerita lucu soal hukum rokok di kalangan kiai nusantara. Salah dua yang cukup terkenal adalah kisah Mbah Kholil Bangkalan Madura dan Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan.

Seperti kita ketahui, masih banyak perdebatan sengit tentang hukum rokok, ada kiai yang mengaramkan, pun ada juga yang membolehkan.

Dengan adanya perdebatan ini, tak heran jika banyak kiai sepuh yang dianggap punya pemahaman fikih yang mendalam sering dimintai pendapat atau fatwa perihal hukum rokok.

rokok

Dalam salah satu kesempatan, pernah para kiai dan habaib menghadap Mbah Kholil Bangkalan Madura hendak menanyakan status hukum rokok. Para kiai dan habaib yang menghadap ini menganggap Mbah Kholil sebagai kiai yang punya pemahaman fikih yang mumpuni.

rokok

Sebelum ditanya, Mbah Kholil yang baru keluar hendak menyambut para tamu tiba-tiba dawuh singkat:

وَيُسَنُّ بَعْدَ أَنْ تَأْكُلَ أَنْ تَأْدُدَ

“Disunnahkan setelah makan untuk udud (merokok).”

Sontak para kiai dan habaib kaget dan hanya mampu terdiam tidak jadi mengutarakan pertanyaan. Mereka semua taslim (menerima) dan paham atas dawuh singkat Mbah Kholil tersebut.

rokok

Kisah yang senada juga terjadi di tempat lain. Kali ini aktornya adalah Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan.

Belum sempat pertanyaan soal hukum rokok ditanyakan, para kiai yang menghadap ingin menanyakan soal hukum rokok ini mendadak terdiam saat Habib Luthfi sudah hadir di tengah-tengah mereka dan tiba-tiba menyalakan sebatang rokok lalu dihisapnya berkali-kali dengan santai tanpa bicara sedikitpun.

Karena mafhum dengan isyarat tersebut, para kiai pun tidak jadi mengutarakan pertanyaan. Mereka semua taslim atas isyarat yang diberikan Habib Luthfi Bin Yahya dan cukup sebagai jawaban.

rokok

Kedua kisah di atas diriwayatkan dari Gus Mujib Hasyim bin KH. Hasyim Jamhari, Pengasuh Pondok Pesantren Dzikrul Ghofilin al-Hasyimiyah Danawarih Balapulang Tegal. (Syaroni As-Samfuriy).




Ketika Rombongan Presiden Nixon Borong Rokok Kretek

Di Bandar Udara Kemayoran Jakarta, sejumah jurnalis dari dalam dan luar negeri berkumpul. Mereka menunggu Presiden Amerika Serikat (AS) Richard Milhous Nixon yang hendak bertolak ke Bangkok setelah kunjungan singkatnya di Indonesia. Dalam kunjungan yang hanya 22 Jam di Indonesia pada 27 Juli 1969 tersebut, Presiden Nixon bertemu dengan Presiden Soeharto.

presiden nixon

Kunjungan singkat tersebut tidak disia-siakan oleh jurnalis yang mengikuti lawatan Presiden Nixon, kesempatan di Indonesia mereka gunakan untuk memburu rokok khas Indonesia di kios-kios terdekat dengan bandara.

rokok kretek

“Ada rokok”

“Ada, tapi rokok dalam negeri,” jawab di penjual seakan kurang pecaya diri.

Penjual rokok merasa tidak percaya diri. Dia mengira orang kulit putih hanya meminati rokok putih. Tapi, jawaban jurnalis asing itu di luar dugaan. Sebab yang dicarinya bukan rokok putih melainkan rokok kretek.

“Tidak apa, yang saya maksud rokok kretek.”

rokok kretek

Begitu mendapati rokok kretek para jurnalis asing tersebut segera memborongnya. Mendapati keanehan tersebut, para jurnalis dari dalam negeri yang penasaran menanyakan alasan memborong rokok kretek itu.

“Suka sekali. Rasanya enak sekali,” jawab jurnalis yang mengikuti rombongan Presiden Nixon, presiden yang akhirnya mengundurkan diri karena Skandal Watergate.

rokok kretek

Kejadian borong rokok tersebut yang didokumentasikan oleh koran Kedaulatan Rakyat tersebut edisi 30 Juli 1969.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Merokok di Jepang: Disiplin tapi Nyaman

Bila Anda adalah perokok dan sedang berada di Jepang, maka merokok merupakan salah satu aktivitas yang perlu Anda kendalikan. Hal ini karena Jepang merupakan negara yang cukup disiplin soal urusan pembatasan aktivitas merokok.

rokok

jepang memberlakukan hukuman denda untuk siapa saja yang tertangkap tangan merokok sembarangan.

ruang merokok

Namun demikian, menurut dari thedaylyjapan.com, Selain dikenal ketat dalam pembatasan urusan merokok, Jepang juga disiplin memberikan ruang untuk para perokok.

bungkus rokok

Di Jepang, untuk merokok anda bisa mencari tempat-tempat yang sudah disediakan, seperti tempat bertanda “smoking area” yang disediakan di berbagai tempat di pinggir jalan ataupun di depan stasiun. Hampir di banyak tempat umum di Jepang tersedia ruang merokok yang nyaman.

orang merokok

Jadi, jika suatu saat Anda berlibur ke Jepang, jangan ragu untuk membawa bekal rokok kretek. Sebab, di sana, belum tentu ada rokok yang rasanya senikmat rokok kretek Indonesia. Hehehe.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Badan POM RI Gerah dengan Isu Filter Rokok Mengandung Darah Babi

Kabar bohong tentang kandungan darah babi dalam filter rokok, membuat Badan POM sedikit gerah karena hampir setiap tahun isu tersebut diedarkan oleh media-media tidak bertanggung jawab. Padahal kabar tersebut tidak didasari sikap ilmiah.

filter rokok

Penelitian filter rokok yang mengandung darah babi tersebut adalah pemelintiran atas hasil penelitian Christien Meinderstma bersama Simon Chapman yang menyatakan hemoglobin atau protein darah babi bisa digunakan untuk menangkap zat berbahaya pada rokok. Meski demikian, zat tersebut tidak otomatis digunakan pada semua produk rokok di seluruh dunia.

bungkus rokok

Namun hasil penelitian tersebut diputarbalikkan seolah-olah pada filter rokok otomatis terdapat kandungan darah babi. Atas dasar itu, maka Badan POM RI dalam edaran pers tanggal 31 Oktober 2017 memberikan penekanan bahwa rokok berfilter yang diuji Tidak Terdeteksi adanya kandungan DNA babi. Dalam edaran tersebut pula, Badan POM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses informasi melalui berbagai sarana.

rokok

Berikut ini penjelasan Badan POM terkait dugaan adanya kandungan darah pada filter rokok:

1. Isu ini pernah muncul pada 2010 dan 2013. Berdasarkan hasil uji filter rokok yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM RI pada 2019 menggunakan Metode DNA, dari lima merek rokok berfilter yang diuji, TIDAK TERDETEKSI kandungan DNA babi.

2. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, Badan POM RI diamanahkan untuk mengawasi produk dan iklan rokok yang beredar. Pengawasan yang dimaksud hanya terkait beberapa hal yaitu kebenaran kandungan nikotin dan tar, pencantuman peringatan kesehatan pada label, dan ketaatan dalam pelaksanaan penayangan iklan dan promosi rokok.

3. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media. Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0-8121-9999-533, surel halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen/Balai POM di seluruh Indonesia.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto




Ancelotti, Si Perokok Berat Itu Dijagokan Menjadi PelatihTimnas Italia

Tidak lolos dalam putaran final Piala Dunia 2018 mendatang merupakan nestapa terberat bagi kesebelasan Italia sejak 1958 silam. Tersingkirnya Italia ini dikarenakan kekalahan agregat 0-1 dari Swedia di babak play-off. Hasil buruk yang membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memutus kontrak Giampiero Ventura sebagai pelatih kesebelasan Italia.



Harapan mengembalikan performa kesebelasan Italia tersebut membuat nama Carlo Ancelotti kembali muncul sebagai kandidat kuat pelatih Timnas Italia. Ancelotti adalah pelatih yang dikenal memiliki sederat prestasi membanggakan dan pengalaman melatih pemain-pemain andalan di level klub.

Namanya juga tampak paling bersinar dibanding nama-nama pelatih lain yang muncul di bursa kandidat pelatih Italia. Apalagi dia mendapatkan dukungan dari banyak pihak, termasuk Mantan Perdana Menteri Italia yang juga pernah menjadi Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi.



Selain kiprahnya sebagai pelatih, ada fakta menarik tentang Ancelotti yakni kebiasaan merokok. Ia berulangkali terlihat sedang merokok baik itu ketika beraktivitas di luar lapangan maupun ketika di lapangan.

Pada Mei 2005 misalnya, ketika masih melatih Real Madrid yang melakoni partai tandang ke markas Espanyol, Ancelotti terlihat sedang menonton di royal box sambil tanggan kirinya memegang rokok.



Namun ketika melatih Bayern Munchen, Ancelotti tidak diperkenankan lagi merokok saat menjalan tugas. Direktur Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic memintanya tidak merokok ketika menjalankan tugas. “Tentu dia bisa menerimanya, karena dia merupakan seorang profesional,” terang Salihamidzic.

“Itu bagus buat saya. Lagipula istri saya sangat senang,” timpal Ancelotti.



Ancelotti barangkali salah satu pelatih olahraga yang mempunyai kebiasaan merokok. Tentu saja, kegemaran itu tidak mengurangi sikap profesional dan menghalanginya untuk membukukan prestasi.

Menurutmu, perokok satu ini apakah cocok menjadi pelatih Timnas Italia?

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto




Mengenal Tembakau Gorila: Tembakau yang Bisa Mengantarkanmu ke Penjara

Produk olahan tembakau memang banyak dan beraneka ragam. Selama ini, orang-orang hanya familiar dengan pemanfaatan tembakau sebagai olahan rokok dan cerutu. Padahal selain dua jenis olahan tersebut, tembakau juga bisa diolah menjadi produk olahan lain.

tembakau

Tak banyak yang tahu, jika tembakau bisa diolah menjadi obat-obatan. Selain itu, ia juga bisa diolah dan digunakan sebagai insektisida alami. Jadi tembakau sejatinya bukan hanya soal rokok semata.

rokok

Nah, namun, seiiring berkembangnya teknologi, tembakau yang selama ini digunakan sebagai olahan produk legal, ternyata bisa juga disalahgunakan sebagai bahan olahan produk yang terlarang. Tembakau gorila, salah satunya.

Tembakau gorila bukanlah tembakau biasa. Alih-alih rileks, orang yang menghisapnya bisa masuk penjara.

Tembakau gorila secara resmi dimasukkan ke dalam jenis narkotika golongan I, bukan karena jenis tembakau yang digunakan, melainkan karena ada tambahan lain di dalamnya, yakni zat tambahan yang membuat penggunanya berhalusinasi, mendapatkan rasa gembira berlebihan, hingga mengalami ketergantungan.

tembakau gorila

Cara penggunaan narkotika jenis ini yakni dengan dicampur dengan tembakau dan kemudian dibakar. Setelah menghisap jenis tembakau gorilla konon pengonsumsinya akan mendapatkan sensasi seperti sedang menggendong gorila. Demikian narkoba jenis ini kemudian dikenal dengan nama tembakau gorilla.

“Kalau hanya tembakau saja tidak ada masalah, tetapi ini tembakau dicampur dengan 5-flouro ADB, sejenis ganja sintesis yang membuat ‘gorila’ nemplok di pundak, nge-fly,” kata Direktur Narkoba Polda Metri Jaya Kombes Pol Nico Afinta seperti dikutip detikcom.

Ok, jangan salah mengonsumsi ya.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto




Papan Selancar dari 10.000 Puntung Rokok

Taylor Lane, seorang peselancar asal California baru-baru ini memenangkan kontes kreasi papan selancar. Ia memenangkan kontes tersebut setelah berhasil membuat sebuah papan selancar menggunakan 10.000 puntung rokok.

papan seluncur puntung rokok

Kontes papan tersebut bernama Creators & Innovators Upcycle Contest, yang diselenggarakan lembaga nirlaba Surfrider Foundation dan salah satu apparel selancar.

Papan selancar bikinan Taylor Lane ini dipilih karena selain kreatif, ia juga membawa pesan terkait sampah polutif di pantai California.

papan seluncur puntung rokok

Maklum saja, selama ini, kesadaran para perokok untuk membuang punting rokok pada tempatnya memang masih sangat kurang. Beberapa bahkan dengan sembarangan membuangnya ke pantai.

rokok

Hal itulah yang kemudian membuat Taylor Lane tergerak untuk membuat papan selancar ini. Selain sebagai sebuah kreasi, papan selancar tersebut juga diharapkan bisa mengajak para perokok untuk disiplin dan teratur dalam membuang punting rokok pada tempatnya.

rokok

Merokok boleh saja, karena itu adalah hak, namun jangan sampai menyusahkan orang lain dengan sisa sampah puntungnya.
Setuju?

Gambar ilustrasi: Eko Susanto