Perda KTR yang Berpotensi Melanggar Hak Konsumen

Selama ini, sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak hak perokok sebagai konsumen dikesampingkan. Pemerintah menerapkan aturan kawasan tanpa rokok di berbagai area seperti tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya, namun di satu sisi, area-area tersebut tidak menyediakan tempat khusus/ruangan untuk merokok. Kalaupun ada, biasanya dibuat tidak manusiawi: tempatnya sempit, berdesakan, malah terkadang jauh, minim penunjuk arah menuju tempat merokok, dan terkadang ditempatkan dalam ruangan yang telah diatur satu ruangan dengan cafe.

rokok dan kopi

Kalau mau merokok harus membeli sesuatu dari cafe tersebut. Pada intinya perokok dibuat tidak nyaman dalam melakukan aktivitas merokok.

Ada hak-hak konsumen yang tak dipenuhi oleh Pemerintah, khususnya pemerintah daerah di masing-masing kota/kabupaten seluruh Indonesia. Padahal dalam aturan yang berlaku, ada banyak hak-hak yang harus dipenuhi kepada konsumen.

Konsumen seharusnya punya hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.

Konsumen juga punya hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.

Selain itu, ada hak untuk didengan pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan. Kemudian hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.

bungkus rokok

Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Dari poin-poin terkait hak konsumen, salah satu lembaga yang bertugas mengawal, mengadvokasi dan turun tangan langsung ke konsumen adalah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Namun, entah kenapa, terkait produk rokok, YLKI enggan memberikan advokasi jika terjadi permasalahan terkait hak-hak konsumen produk rokok. YLKI sepertinya sedang melakukan tindakan tak adil terhadap para konsumen rokok. Dan ini terjadi terus-menerus.

Begitupun dengan pemerintah sebagai sebuah institusi yang harusnya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak kepada warga negaranya, namun malah tak dilakukan.

rokok

Di beberapa daerah diberlakukan Perda KTR yang banyak mendiskriminasikan para konsumen rokok. Dengan tak memberikan ruangan khusus merokok. Hal tersebut seharusnya tak terjadi.

Pemberlakuan aturan-aturan yang masih mendiskriminasi para konsumen rokok harus segera dihentikan. Begitupun dengan Perda KTR.

Aktivitas merokok adalah hal legal dan dilindungi oleh Undang-undang. Para konsumen rokok juga adalah salah satu penyumbang perekonimian negara dan wajib dipenuhi hak-haknya, sebab rokok adalah produk resmi bercukai. Sudah seharusnya kita bangga dan terus menuntut adanya pemenuhan hak sebagai perokok.




Mencontoh Kantor Daerah Bakeuda yang Sediakan Ruang Merokok Demi Kenyamanan Warga

Banyak kota dan kabupaten di Indonesia yang sedang menerapkan Perda KTR dengan seadil-adilnya. Mengingat besarnya kontribusi Industri Hasil Tembakau terhadap Kas Negara. Salah satu daerah yang menerapkan ruangan khusus merokok di area perkantoran adalah Banjarmasin.

bungkus rokok

Dalam kantor pemerintah yang urusannya adalah pelayanan publik, kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin telah lama membuat ruangan khusus merokok. Hal ini didasarkan pada Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Wali Kota Banjarmasin, Nomor 41 Tahun 2013 soal petunjuk pelaksanaan perda KTR.

bungkus rokok

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil menegaskan, kantor Bakeuda Banjarmasin sudah cukup lama menerapkannya. Beliau ingin bersikap adil terhadap masyarakat yang melakukan administrasi di kantornya.

rokok dan kopi

Dijelaskannya lebih lanjut, pada halaman belakang samping Kantor Bakeuda disediakan ruangan khusus merokok dengan dinding kaca berwarna hitam. Penanda ini untuk membedakan secara jelas, mana ruangan untuk merokok dan mana ruangan yang bebas asap rokok.

rokok

Pihak Bakeuda Banjarmasin ingin setiap warganya tetap merasa nyaman ketika berurusan dan membayar pajak di Kantor Bakueda. Hal ini yang harusnya di contoh oleh kota dan kabupaten lain di Indonesia yang menerapkan Perda KTR. Menghargai para perokok di semua area yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok.




Bos Djarum: Industri Rokok Bisa Punah Jika Tidak Berinovasi

Chief Operating Officer (COO) PT.Djarum, Victor Hartono berpendapat bahwa tak ada industri yang bertahan selamanya, termasuk rokok. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Building a Brand and a Legacy di Millennial Summit (IMS) 2019 yang digelar IDN Times di Bhinneka Stage, Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1) lalu.

bungkus rokok

Victor yakin betul bahwa semua pemilik bisnis harus punya rasa kekhawatiran kalau bisnis yang dijalaninya akan punah suatu saat nanti. Mengapa harus punya rasa khawatir, karena banyak hal yang bisa terjadi dalam dunia bisnis. Menurut Victor, ada beberapa faktor yang mampu menyebabnya punahnya sebuah industri. Salah satu yang paling sering terjadi adalah soal inovasi.

Dalam industri rokok, khususnya Djarum, Victor Hartono mengatakan inovasi terakhir Djarum adalah rokok filter. Inovasi pada industri rokok, sangatlah lemah. Kalaupun ada itu hanya faktor rasa saja. Seperti menambahkan flavor breeze pada rokok filter.

bungkus rokok

Victor mengaku belajar banyak dari Kodak. Industri Kodak pernah jaya pada zamannya. Kamera manual ini pernah jaya hingga abad ke 20an. Namun kehadiran kamera digital mampu menggeser pengguna Kodak. Hingga akhirnya pada abad ke-21 Kodak resmi dinyatakan pailit. Salah satu contoh lemahnya pembaruan, membuat Kodak akhirnya bangkrut dan tak mampu bertahan dengan adanya kamera digital.

pabrik rokok djarum

Selain itu, Victor juga belajar dari pengalaman kakek buyutnya. Kakek Victor sebelum berbisnis rokok, duluya berbisnis mercon atau petasan di daerah Rembang yang produknya bernama Leo. Bisnis mercon Kakeknya Victor ini sempat jaya, namun akhirnya ditutup saat Jepang dan Belanda menginvasi Nusantara. Alasannya karena Belanda ataupun Jepang, tidak mau ada pabrik mesiu yang beroperasi di Nusantara. Dari peristiwa tersebut, pabrik mercon akhirnya mati dan banyak ditinggalkan dan ilegal hingga sekarang. Dari peristiwa inilah Victor Hartono belajar, bahwa setiap Industri selalu punya masanya.

rokok

Pada akhirnya, menurut Victor, sebuah industri harus melakukan pengembangan bisnis. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, pebisnis harus aktif melakukan investasi pada bidang lain.

Hal itu pula yang dilakukan Djarum. Membangun investasi pada bidang lain di luar industri rokok. Hal ini dilakukan agar supaya jika salah satu bisnis yang dibangun bangkrut, maka ia dapat ditopang dengan bisnis lainnya. Tentu saja hal yang paling utama adalah menjaga semua lini bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik. Namun, rasa kekhawatiran harus terus ditumbuhkan agar banyak inovasi atau tindakan yang dilakukan para pebisnis untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Sekali lagi, tak ada bisnis yang kekal, semua akan punah dan hilang kapan saja.




Jusuf Kalla Susah Naikkan Cukai Rokok Karena Bersentuhan Langsung Dengan Petani

Dalam kesempatan di seminar dan diskusi soal “PEMBIAYAAN YANG BERKELANJUTAN UNTUK JAMINAN KESEHATAN NASIONAL, MENUJU UNIVERSAL HEALTH COVERAGE DI INDONESIA” di Auditorium CSIS, Jakarta, Kamis lalu, 17 Januari 2019, Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla berbicara soal cukai rokok.

pabrik rokok

Menurut beliau, Pemerintah mengambil keputusan tidak menaikkan harga cukai rokok karena banyak pertimbangan. Salah satunya dari para petani-petani tembakau dari seluruh Indonesia. Juga banyak suara keberatan jika harga cukai rokok dinaikkan di tahun ini. Hal ini dikarenakan masih banyak industri rokok kelas kecil dan menengah yang berjuang bertahan hidup dari rokok.

penjual tembakau

Para petani tembakau juga demikian. Harga tembakau yang tak stabil, iklim yang tak bisa ditebak, banyak memengaruhi panen dan kualitas tembakau yang dihasilkan. Melihat fakta-fakta ini, Pemerintah akhirnya sepakat untuk tak menaikkan harga cukai rokok.

rokok

“Memang tahun lalu ada rencana untuk menaikkan pajak rokok, tapi agak tertunda. Sekali lagi kalau dinaikkan yang protes itu petani tembakau,” kata Jusuf Kalla.

rokok

Langkah pemerintah ini tentu layak untuk diapresiasi. Produksi tembakau dari petani, harus lebih baik lagi. Industri-industri kecil dan menengah harus bisa hidup dan terus tumbuh. Produksi rokok juga harus dijaga kualitas serta kuantitasnya. Peredaran rokok ilegal harus diberantas, agar penerimaan cukai rokok untuk Negara tercapai targetnya untuk APBN.




Kisah Mujiati, Perajin Rokok Klobot Sejak Puluhan Tahun Lalu

Sejarah panjang kretek di Indonesia tak bisa dilepaskan dari tangan-tangan buruh linting. Buruh linting rokok hampir selalu menjadi senjata utama bagi para pabrik rokok. Kebanyakan buruh-buruh linting rokok di Indonesia adalah perempuan. Maklum saja, perempuan memang cenderung lebih cekatan, terampil dan teliti saat melinting rokok.

orang merokok

Salah satu produk lintingan asli Indonesia adalah Klobot. Rokok ini dihasilkan dari tembakau pilihan dan dibungkus dengan kertas dari jagung. Klobot adalah rokok asli nusantara yang bertahun-tahun lalu sudah diciptakan secara tak sengaja oleh leluhur kita. Klobot masih ada dan terus diproduksi sampai sekarang. Namun, jumlahnya terus menurun drastis seiring dengan makin turunnya jumlah orang yang menghisap rokok klobot.

Sekarang, rokok klobot saat ini hanya bisa didapatkan di warung-warung tertentu saja, seperti warung khusus tembakau linting, atau warung-warung jamu.

rokok klobot

Pabrik rokok yang masih memproduksi rokok klobot pun jumlahnya tak banyak. Salah satu pabrik yang masih memproduksi rokok klobot adalah pabrik rokok OEPET yang ada di Malang.

Pabrik rokok ini sudah berdiri sejak lama. Rokok klobot menjadi salah satu spesialisasi pabrik rokok ini.

Mujiati, seorang perempuan baya berusia 68 tahun merupakan salah satu karyawan linting yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di pabrik rokok klobot OEPET.

Mujiati mengaku sudah menjadi buruh linting sejak ia masih berusia 18 tahun.

rokok klobot

Pengalaman panjang dan jam terbang yang sangat tinggi membuat dirinya begitu piawai dan ahli dalam melinting klobot. Tangannya cekatan membungkus dan melinting klobot bermerk OEPET. Sebanyak sepuluh batang klobot ia linting dengan cepat, membentuk kerucut, di mana bagian filternya lebih runcing dari bagian yang dibakar.

Setiap sepuluh batang klobot yang ia linting akan langsung dimasukkan dalam satu bungkus OEPET, dan seterusnya hingga mendapatkan satu pres. Ia pun melanjutkan melinting 25 bungkus yang nantinya akan dibungkus besar dalam kemasan satu bal.

rokok klobot

Mujiati menjadi satu dari sekian banyak buruh linting yang masih mengandalkan penghidupan dari rokok.

Entah akan sampai berapa tahun lagi ia, dan juga orang-orang seperti dirinya bisa bertahan. Di tengah gempuran mesin linting otomatis, orang-orang seperti Mujiati hanya bisa menunggu waktu sampai ia tak dibutuhkan lagi untuk melinting rokok.




Richard Overton, Veteran Panjang Umur yang Tetap Aktif Merokok

Umur panjang banyak diidamkan semua orang. Banyak cara dilakukan agar usia hidup semakin panjang. Salah saru upaya untuk memperoleh usia panjang adalah menjauhi rokok sebab ia dianggap sebagai biang penyakit. Namun, hal tersebut tampaknya tak berlaku bagi Richars Overton, seorang manusia panjang umur berumur 112 tahun ini.

Richard Overton

Richard Overton adalah seorang veteran perang pejuang Perang Dunia ke-2. Ia mendaftar ketentaraan pada tahun 1942 sebagai penembak jitu. Ia pernah bertugas di Pearl Harbor dan menjadi salah satu saksi saat kapal perang itu terbakar akibat Perang Dunia ke-2. Setelah menyelesaikan tugas tentaranya, ia kembali ke kota asalnya, di Austin, Texas.

Ia pun memulai kehidupannya dengan berbisnis furniture dan sempat juga bekerja di Departemen Keuangan di Texas. Ia tak punya kiat-kiat khusus tentang menjaga tubuhnya agar selalu sehat dan bisa tetap beraktivitas. Bahkan pola dan gaya hidupnya cukup nyeleneh.

Banyak media luar negeri yang mewawancarai soal pola dan gaya hidupnya sehingga bisa berumur Panjang. Overton pernah diwawancara oleh CNN dan USA Today. Kepada CNN ia menjelaskan, setiap pagi sehabis bangun tidur langsung merokok. Ia akan duduk-duduk di teras rumahnya dan menghabiskan berbatang-batang rokok. Ia juga menikmati cerutu.

Richard Overton

rokok dan kopi

rokok dan kopi

Richard Overton bahkan masih meminum whisky dan kopi saat usianya 107 tahun. Kadang ia mencampur whisky ke dalam kopi, kadang meminumnya satu-persatu.

Saking terkenal dan lamanya ia tinggal di kota asalnya di Austin Texas, pemerintah kota tersebut sampai memberikan penghargaan kepada Richard Overton. Salah satu jalan di Austin diubah Namanya menjadi Richard Overton Avenue.

rokok

Dari kisah ini, siapa yang bisa menebak umur seseorang dari apa yang sudah dilakukannya sepanjang hidup. Richard Overton membuktikannya sendiri, bahwa rokok, alkohol dan makanan manis bukanlah sumber atau biang penyakit yang mampu menyebabkan kematian.




Jawaban Kiai Khoirul Mustajab Banyuwangi tentang Perokok Pasif

Yang namanya kiai, terlebih yang sudah masyhur selalu saja punya jawaban yang menarik ketika ditanya. Hal itu pula yang ada pada diri Kiai Khoirul Mustajab. Kiai kondang asal Banyuwangi tersebut pernah punya kisah tentang dirinya saat ditanya tentang kebiasaannya merokok.

Kiai Khoirul Mustajab memang dikenal sebagai perokok berat, tak heran jika kemudian banyak orang yang bertanya tentang kebiasaannya menghisap rokok ini.

rokok

Suatu ketika, dirinya ditanya oleh seseorang. “Kiai, kok njenengan ini rokoknya ngebut banget, apa tidak sesak dada njenengan?”

Ditanya demikian, Kiai Khoirul menjawab santai.

“kalau sudah biasa ya nggak lah, kalau belum terbiasa pasti akan mati,” jawab Kiai Khoirul sambil tersenyum.

rokok

Seakan belum puas dengan jawaban Kiai Khoirul, orang tersebut kemudian bertanya lagi.

“Kata kebanyakan orang, dari pada uangnya dibelikan rokok, bukankah lebih baik dibelikan yang lain atau ditabung saja Kyai?”

Lagi-lagi, Kiai Khoirul punya jawaban yang menarik.

“itu kan pendapat orang yang tidak merokok Mas, kalau bagi yang merokok yo gak kiro ngunu hehe. Allah itu memberikan rizki pada masing-masing makhluknya itu tidak sama Mas, ada yang cukup hanya membeli beras saja dan ada yang cukup membeli beras dan rokoknya juga hehe, mungkin saya golongan yang kedua ini Mas, soalnya selama saya merokok dapur saya juga ngebul kok.”

rokok

Kiai Khoirul kemudian menjelaskan tentang etika merokok.

“Yang penting jangan merokok disembarang tempat Mas, saya memang perokok berat mulai saat di pesantren, tapi saya gak suka merokok ditempat teman-teman yang gak suka rokok’an meski mereka baik-baik saja, saya tidak merokok disana gak enak Mas, saya juga tergolong perokok yang pasif lo Mas,” tambah Kiai Khoirul.

“Lo kok bisa perokok pasif Kyai?” Kata si penanya.

“Lah iya, saya kalau merokok sambil jalan-jalan itu gak enak alias gak bisa menikmati Mas, jadi kalau saya merokok itu ya begini, sambil duduk dan ngopi hehe, itu kan pasif namanya” jawab Kiai Khoirul yang kemudian langsung dibalas tawa.