Argumen Cak Nun dan Gus Muwafiq Membolehkan Rokok

Banyak ulama dan juga tokoh yang sacara terang-terangan mendukung pengharaman rokok, namun tak sedikit pula yang menolak dan memilih membolehkan rokok karena alasan tertentu.

penjual rokok

Muhammad Ainun Najib atau kerap disapa Cak Nun dan Gus Muwafiq adalah salah dua tokoh yang pendapatnya membolehkan rokok.

Gus Muwafiq berpendapat bahwa banyak kiai, utamanya NU tidak ikut dengan fatwa rokok haram karena pengharaman rokok punya risiko yang besar.

gus muwafiq

ia berpendapat bahwa rokok sejatinya tidak ada hukumnya, sehingga hukum fikih apa saja yang kemudian menyertainya boleh-boleh saja.

Namun, jika kemudian rokok diharamkan begitu saja, maka ia akan berpengaruh pada banyak keharaman yang lain.

“Jika rokok diharamkan, seluruh proses produksi yang berhubungan dengan rokok ikut haram,” kata kiai asal Jogja ini. “Tanam tembakau nanti dosa, panen tembakau dosa, merajang tembakau dosa, jual rokok dosa, dosa semua.”

rokok

Yang paling berat, menurut Gus Muwafiq adalah konsekuensi hukum haram, terlebih bagi orang Indonesia yang memang salah satu sumber APBN-nya dari rokok.

“Kalau rokok haram, ada 74 triliun uang APBN yang ikut haram, kalau APBN haram, pembangunan jalan juga ikut haram.” ujar Gus Muwafiq.

Tak ubahnya dengan Gus Muwafiq, Cak Nun juga memberikan pandangan yang terbuka tentang hukum rokok.

cak nun

menurut Cak Nun, rokok seharusnya memang dikembalikan pada hukum fikih.

Ia mengatakan boleh seorang ulama menyimpulkan rokok sebagai makruh, menyimpulkan sebagai haram juga boleh, ulama lain menyimpulkan tidak juga boleh. Setiap orang punya hak untuk menentukan hidupnya masing-masing, dan itu dupertanggungjawabkan pada Allah, bukan pada ulama.

Cak Nun mengatakan, soal rokok, orang tahu dengan kondisi tubuhnya sendiri-sendiri. Sehingga, silakan saja kalau ingin merokok, silakan juga kalau ingin tidak merokok. Bebas.




374 Ritel di Repok Mulai Dilarang Memajang Display Rokok

Lagi-lagi diskriminasi terhadap para perokok melalui pengelola toko ritel yang menjual rokok kembali terjadi. Setelah sebelumnya kota Bogor melarang para penjual rokok untuk memajang display rokok, sekarang giliran Depok yang menerapkan aturan tersebut.

bungkus rokok

“Ada sekitar 374 ritel yang ada di Kota Depok dilarang memasang display atau iklan rokok sesuai Surat Edaran Walikota Depok Mohammad Idris, No. 300/357-Satpol PP kepada pelaku/pengelola/penanggungjawab usaha se-Kota Depok mulai 19 September 2018 termasuk peraturan daerah (Perda) No. 3 tahun 2014 tentang kawasan Tanpa Rokok (KTR),” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Yayan Arianto, Senin (1/10/2018) saat diwawancarai jurnalis poskotanews.

penjual rokok

Menurut Yayan, surat himbauan itu secara bertahap akan dilakukan ke agen-agen dan toko tradisional, namun sekarang pihaknya hanya melakukan di pusat belanja termasuk mini market.

Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sehingga terhindar dari bahaya asap rokok terlebih kalangan anak-anak dan remaja yang menjadi sasaran industri rokok dari pengaruh iklan dan promosi rokok yang belakangan makin mengkhawatirkan.

rokok

Kebijakan ini tentu saja merupakan kebijakan yang tak tepat guna dan tak efektif jike memang alasan penerapannya adalah untuk menurunkan angka perokok di bawah umur. Toh, riset mengenai jumlah perokok di bawah umur tak pernah dipublikasikan. Rokok selalu dijadikan kambing hitam atas rusaknya kesehatan generasi muda. Padahal kalau kita lihat secara sederhana, ada banyak produk lainnya yang bisa dikonsumsi secara bebas dan gampang didapatkan seperti miras atau kondom.

Aturan untuk melarang display rokok ini tentu saja menjadi polemik tersendiri. Maklum saja, sebab menurut Putusan MK Nomor 54/PUU-VI/2008 dan 6/PUU-VII/2009, rokok merupakan produk yang legal, sehingga ia punya hak untuk tetap diiklankan.

Mahkamah menegaskan putusan MK bernomor 19/PUU-VIII/2010 bertanggal 1 November dan peraturan perundang-undangan lainnya tidak pernah menempatkan rokok sebagai produk yang dilarang untuk dipublikasikan. Terlebih, tidak ada larangan diperjualbelikandantidak pernah menempatkan tembakau dan cengkeh sebagai produk pertanian yang dilarang.

rokok

Langkah yang tepat untuk menurunkan angka perokok di bawah umur seharusnya adalah melalui edukasi, bisa melalui keluarga, pedagang, sampai lingkungan sekolah. Bukan malah melarang pedagang untuk mempromosikan dagangan miliknya yang seharusnya legal.




Setelah Bogor, Kini Giliran Depok yang Menetapkan Aturan Aneh Melarang Display Rokok di Minimarket

Mulai hari Kamis lalu 27 September 2018, Kota Depok resmi melarang adanya display penjualan rokok, mengiklankan rokok, dan mempromosikan rokok pada toko-toko ritel dan minimarket. Setiap display yang ada di minimarket harus ditutup dengan kain putih atau tirai yang bertuliskan di sini sedia rokok.

penjual rokok

Aturan ini hampir sama dengan aturan yang beberapa waktu yang lalu ditetapkan oleh Kota Bogor. Pelarangan display penjualan rokok ini didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

orang merokok

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengeluarkan Surat Edaran bernomor 300/357-Satpol PP kepada pelaku/ pengelola/ penanggungjawab usaha se-Kota Depok per tanggal 19 September 2018. Hari ini, Surat Edaran tersebut resmi dilaksanakan di 374 ritel modern secara serentak.

Aturan untuk melarang display rokok ini tentu saja menjadi polemik tersendiri. Maklum saja, sebab menurut Putusan MK Nomor 54/PUU-VI/2008 dan 6/PUU-VII/2009, rokok merupakan produk yang legal, sehingga ia punya hak untuk tetap diiklankan.

bungkus rokok

Mahkamah menegaskan putusan MK bernomor 19/PUU-VIII/2010 bertanggal 1 November dan peraturan perundang-undangan lainnya tidak pernah menempatkan rokok sebagai produk yang dilarang untuk dipublikasikan. Terlebih, tidak ada larangan diperjualbelikandantidak pernah menempatkan tembakau dan cengkeh sebagai produk pertanian yang dilarang.

Maka, tak berlebihan jika kemudian penetapan aturan tentang display rokok di kota Depok ini diperkirakan akan memicu banyak protes, utamanya dari para pengusaha, serta pedagang kecil yang selama ini memang mengandalkan rokok sebagai dagangan utamanya.




Ketika Ketum KNPI Merokok Untuk Bantu BPJS

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhammad Rifai Darus, angkat suara terkait Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pemanfaatan cukai rokok untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Muhammad Rifai Darus

Ia mengatakan bahwa setelah keluarnya Perpres soal penggunaan dana pajak rokok sebagai penutup defisit keuangan BPJS, maka merokok seharusnya bukan lagi menjadi aktivitas yang selalu dipandang buruk.

rokok

Lebih jauh, Rifai bahkan kemudian memberikan pernyataan tentang dirinya yang merokok untuk membantu BPJS.

“Saya merokok untuk membantu pemerintah membayar tunggakan di BPJS,” ujar Rifai.

orang merokok

Namun begitu, dirinya mengingatkan agar seruan merokok ini jangan dimaknai secara negatif.
Seperti diketahui, Pemerintah baru saja meneken keputusan dalam bentuk Perpres untuk menutup defisit keuangan BPJS kesehatan dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) serta pemanfaatan dana pajak rokok.

bungkus rokok

Dalam ketentuan Perpres tersebut, disebutkan bahwa pendapatan negara dari cukai rokok itu dipotong 50 persen. Sebagian tetap didistribusikan ke pemerintah kota/ kabupaten melalui DBHCHT. Sebagian lagi digunakan untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan




Hadist Soal Rokok Berasal dari Kencing Iblis Ternyata Palsu

Rokok selalu dianggap sebagai produk yang buruk dan tak bermanfaat. Karenanya, tak heran jika banyak pihak yang mencoba untuk memerangi rokok. Berbagai jalan dilakukan. Mulai dari penyebaran fakta hoax sampai penerapan aturan yang menyudutkan rokok.

orang merokok

Salah satu cara yang banyak dilakukan tentu saja adalah menggunakan dalil-dalil agama (yang memang dalam banyak hal juga kerap digunakan). Argumen-argumen soal rokok terkait agama banyak berseliweran. Dari mulai rokok mendzolimi diri sendiri, sampai rokok lebih banyak menghadirkan mudharat.

rokok

Nah, belakangan, pernyataan soal rokok yang cukup menjadi banyak perbincangan adalah pernyataan Ustadz Tengku Zulkarnaen yang dalam salah satu ceramahnya menyebut asal-usul rokok merupakan dari kencing Iblis.

Hal ini didasarkannya pada hadist yang berdasarkan tafsir Kitab Muqni Al-Kabir, berbunyi:

“Wahai Abu Hurairoh akan datang pada akhir zaman yang suatu kaum yang selalu bersama asap ini, mereka berkata: kami umat Muhammad, tetapi mereka bukanlah umatku, dan aku juga tidak mengatakan mereka itu suatu umat tetapi mereka itu racun umat”, abu hurairoh berkata; aku bertanya: bagaimana benda itu tumbuh?, Nabi menjawab: “benda itu tumbuh dari kencing iblis, apakah sama keimanan seseorang yang meminum air kencing iblis? dan Allah melaknat orang yang menanamnya, memindahkannya dan memperjualbelikannya” Rasulullah SAW bersabda: “Allah memasukan mereka ke neraka sesungguhnya pohon (tembakau) itu adalah pohon yang menjijikan”.

orang merokok

Dari hadist ini kemudian ditelusuri kebenarannya yang akhirnya didapatkan bahwa ini adalah hadist maudhu alias palsu. Ini dijelaskan kebenarannya melalui tafsir berdasarkan referensi kitab; Bugyah Al-Musytarsyidin dan Quratul ain fi Ismail Zain.

Jawaban atas Hadist menyoal rokok kencing Iblis dijelaskan secara rinci sebagai berikut: bahwa rokok tersebut belum ada pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan hadist mengisyaratkan keberadannya, tidak diragukan lagi bahwa hadist tersebut adalah hadist maudhu (palsu) yang mengatasnamakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam”.

bungkus rokok

Nah, hal ini tentu menjadi pelajaran berharga untuk kita, untuk selalu berhato-hati dalam membaca berita dan informasi menyoal rokok, apalagi dengan embel-embel berdasarkan Hadist. Sebab para kiai pun sangat mempertimbangkan banyak hal ketika akan mengeluarkan fatwa soal rokok.




Gus Muwafiq: Obat Stress orang Indonesia itu ya Rokok

“Dokter dunia geleng-geleng, melihat cara pengobatan orang Indonesia yang tak masuk akal. Penyakit anyang-anyang yang diikat jempol kakinya, padahal kan yang sakit di ‘burungnya’ kok malah jempol kaki yang diikat,” kata KH. Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal sebagai Gus Muwafiq dalam sebuah pengajian.

gus Muwafiq

Pernyataan tersebut langsung membuat seluruh jamaah tertawa lepas.

Gus Muwafiq adalah salah satu kiai Jogja yang punya acara dakwah cukup menyenangkan. Beliau kerap menggunakan tradisi atau tingkah laku orang-orang Indonesia yang selalu bisa bertahan dalam segala kondisi dan permasalahan hidup dalam berbagai materi ceramahnya.

bungkus rokok

Dengan gaya jenakanya, Gus Muwafiq kerap mengajak para jamaah berpikir rasional, objektif, dan tak gampang percaya dengan hal-hal berbau asing, karena bangsa Indonesia sejak jaman dulu punya cara tersendiri mengatasi segala permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu materi yang kerap dibahas oleh Gus Muwafiq adalah soal rokok. Kiai yang kerap tampil dengan kopiah khasnya ini mengatakan bahwa rokok merupakan obat stress bagi rakyat Indonesia.

orang merokok

Mangkanya, ketika banyak perusahaan farmasi luar negeri menjual obat stres di Indonesia, kebanyakan pasti tak laku, sebab Indonesia sudah punya obat stressnya sendiri, yakni rokok.

rokok

“Jualan obat stress kok di Indonesia, yah pasti tak akan laku. Sebab kita sudah punya obat stress paling manjur yaitu rokok. Kandungan nikotin di dalamnya mampu membuat tenang pikiran. Tak perlu mengkonsumsi obat dengan rutin.”




Gappri: Tarif Cukai Tinggi, Rokok Ilegal Juga Tinggi

Jika dilihat dari sisi volume produksi, maka kondisi industri rokok saat ini boleh dikatakan sedang terpuruk. Ada penurunan 1-2 % selama 4 tahun terakhir. Bahkan hingga April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7 %.

rokok

Data ini disampaikan Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (GAPPRI), Ismanu Soemiran. Ketua GAPPRI ini menegaskan, kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah harusnya memperhatikan berbagai faktor. Khususnya faktor ekonomi dan suhu politik yang kian memanas jelang Pemilu ini.

rokok

Ismanu menerangkan bahwa rencana Pemerintah yang ingin menaikkan lagi tarif cukai rokok dan memberlakukan penyederhanaan layer rokok. Kalau sampai kebijakan ini dijalankan, akan terjadi kenaikan ganda yang imbasnya akan berpengaruh pada Industri Tembakau.

bungkus rokok

Tak sampai di situ saja, kenaikan tarif cukai dan penyederhaan layer berpotensi merugikan Negara. Padahal pendapatan Industri Hasil Tembakau (IHT) yang disetorkan ke Negara sebesar 200 triliun, hampir setara 70% total prosentase pemasukan Negara. Maka sesungguhnya IHT dapat disebut BUMN yang dikelola swasta. Ismanu menegaskan hidup mati industri hasil tembakau tergantung pemerintah juga. Secara de facto pemerintah adalah penerima pungutan terbesar hasil penjualan IHT.

rokok

Dampak lain adanya kebijakan ini menyebabkan tingginya produksi dan peredaran rokok ilegal. Rokok ilegak merupakan rokok yang tak bercukai, rokok ini tak memberikan pemasukan untuk negara, sehingga, selain berpotensi merugikan Industri Tembakau dan juga dapat mengurangi penerimaan negara.

orang merokok

Di Malaysia, tingginya tarif cukai terbukti meningkatkan peredaran rokok ilegal. Hal ini karena banyak produsen rokok yang nekat membuat rokok tanpa cukai karena tingginya tarif cukai yang diberlakukan.

Indonesia seharusnya bisa belajar dari Malaysia, bahkan kenaikan tarif cukai rokok tak melulu bakal menjadi jalan untuk meningkatkan pendapatan, tapi justru bisa mengurangi setoran pemasukan.